[dimaz.web.id]
Mari bermain-main sejenak dengan phpMyAdmin. Kali ini akan kita gunakan untuk menambahkan feed atau rss atau syndication pada feedwordpress, sebuah plugin wordpress yang sangat populer untuk membuat blog menjadi agregator.
Langkah pertama, tentu saja kita harus memiliki blog yang telah dipasangi plugin feedwordpress (proses pembuatan blog dan pemasangan plugin feedwordpress tidak akan dibahas di sini). Kemudian, kita juga harus bisa mengakses cpanel untuk dapat masuk ke phpMyAdmin. Nah, kalau sudah bisa masuk, masuk saja ke phpMyadmin dari menu cpanel.
Continue Reading »
Untuk menggunakan domain web.id dari Pandi pada hosting USA membutuhkan kesabaran lebih. Inilah pelajaran yang dapat kutarik ketika aku memindahkan blog-blogku dari hosting IIX ke hosting USA. Awalnya sempat panik karena proses perpindahan tidak berjalan lancar, terutama di bagian addon domain. Waktu itu proses gagal terus, dan setelah kukonfirmasi ke kedua belah pihak (Pandi dan admin hosting), mereka sama-sama mengklaim kalau sistem mereka berjalan dengan baik. Nah, ternyata setelah ditunggu agak lama, proses addon domain berhasil dilakukan.
Dari pengalamanku, butuh waktu satu sampai beberapa hari agar nameserver baru dikenali oleh internet. Dari penuturan sang admin hosting, proses propagansi domain .id memang makan waktu, tidak secepat domain .com dan kawan-kawan. Walau sudah direkomendasikan untuk menggunakan domain .com, tetap saja menggunakan domain .id terasa berbeda. Ada rasa bangga memakainya, walau sepertinya tidak berdasar, mengingat web.id hanya second level domain dan ini membuat website sedikit lambat ketika diakses.
dimaz.web.id
Aku masih penasaran, mengapa hosting IIX (server Indonesia) itu bisa sangat mahal, padahal menggunakan hosting USA, dengan harga yang sama bisa mendapat space 10 kali lipat. Dan sampai saat ini hosting yang kugunakan belum ada masalah, berbeda dengan hosting IIX yang kupakai dulu (dan masih aktif sampai sekarang), bahkan crawler yang mengakses webku pun dianggap load! Toh bukan salahku kalau websiteku diakses oleh crawler, tinggal apakah mereka becus mengelola server atau tidak.
Walaupun waktu akses sedikit lebih lambat, namun sepertinya hosting USA lebih kusukai, setidaknya untuk saat ini. Akan kucoba sampai seberapa bagusnya hosting ini. Dengan 100ribu rupiah kita bisa dapat space 1GB dengan bandwidth bulanan sebesar 60GB plus unlimited addon domain. Hosting USA yang kupakai itu ada di atriumhosting.com, silakan dicoba. Hanya saja aku sedikit bingung, hosting unlimitednya menghilang, dan sedikit lagi kekhawatiran kalau-kalau harga hostingan naik karena adanya fitur yang akan diupgrade.
[dimaz.web.id]
Tipe jaringan pada software Mobile Partner Huawei bisa sedikit tricky. Konfigurasi network type ini bisa kita temukan melalui menu tools -> option -> network -> network type.

Network type ada 4 macam :
- GSM Only
- GSM Preferred
- WCDMA Only
- WCDMA Preferred
Perbedaan di antara keempatnya adalah hanya terletak pada waktu si modem mencari jaringan, alias sebelum modem terhubung dengan jaringan. Jika kita setting GSM Only, maka modem hanya akan mencari jaringan GSM. Jika GSM Preferred, maka modem mencari jaringan GSM dan WCDMA, namun memprioritaskan jaringan GSM.
Biasanya orang lebih menyukai jaringan berkecepatan tinggi, oleh karena itu kita akan lebih memilih WCDMA. Ada 2 pilihan, WCDMA Only atau WCDMA Preferred. Logikanya sama seperti settingan untuk GSM di atas.
Nah, masalah berikutnya adalah ketika jaringan WCDMA tersedia namun koneksi tidak bisa dilakukan, maka sebaiknya konfigurasi diganti ke GSM Only agar jaringan WCDMA yang tidak dapat nyambung itu tidak dideteksi oleh modem.
[dimaz.web.id]
Aku baru tahu rumus berikut:
space hosting yang disewa = space untuk file + ukuran database
I learned it in a hard way, so perhaps anyone could get advantages of this. Benar-benar aku belajar dengan cara yang berat
Sebelumnya tidak ada informasi bahwa ukuran database juga dihitung sebagai bagian dari space hosting yang disewa, maka ketika database membengkak, seketika pihak penyedia hosting memblokir akses ke web kesayangan kita. Wow!
Maka, bila Anda membeli hosting sebesar 100MB, ukuran segini hanya cukup untuk instalasi web atau CMS dan database berukuran kecil, hanya bisa sebagai web atau blog pribadi. Bila Anda membuat blog aggregator, tentunya harus punya space besar. Dari pengalamanku, agregator yang menggunakan wordpress akan membengkak sekitar 200MB lebih database-nya, jadi silakan berhitung.
Beberapa blog yang telah kubangun selama setahun lebih nyaris lenyap dalam semalam. Perkaranya, hostinganku telah jauh melebihi kuota yang kusewa, 2000% quota exceeded.
Terpaksa aku menghapus hampir semua postingan di blog-blogku, kecuali blog yang ini. Dan sekarang, barangkali tidak ada yang sadar, blogku sudah pindah hosting. File-file gambar yang kuupload tidak kubawa, biar saja hilang. Hostingan yang sekarang ini pakai hosting USA, 90ribu pertahun untuk space 1GB dan transfer data 60GB perbulan. Lumayan sepertinya. Unlimited addon domain memberi keuntungan, domainku langsung bisa kutransfer ke sini.
Efek sampingnya, pendapatan adsensecamp ku hari ini nol!. Badalah. Lha iya, wong isi blog-blogku kosong melompong kok. Argh….
Ya sudahlah, mau gimana lagi. Nasi sudah menjadi bubur, yang penting beberapa pelajaran dapat kupetik dari kejadian ini. Benar orang bilang, pengalaman mahal harganya.
Written on 09 March 2010
by admin under
Blog
with
Buyblogreviews terbukti membayar
.
Walau tidak besar, cuma $0,35.
Bid $0,5 dipotong $0,15 jadi $0,35.
Setelah beberapa lama tak kuurusi, blog pertamaku yang ada di hostingan UGM, in my mind, tak bisa lagi diakses. Via cpanel juga nggak bisa, kemungkinan akunku sudah dihapus.
Salahku juga sih, nggak segera mbenerin mana-mana yang nggak bener, nggak segera mberesin bekas percobaanku, entah skrip apa yang masih nempel di situ yang mungkin membebani server.
Sedih, karena artikel-artikelku yang jumlahnya udah lumayan itu nggak sempat kuselamatkan.
Google masih menyimpan tembolok tampilan blogku.

Farewell my friend!

Aku agak bingung, belakangan ini nggak bisa nulis komen di artikel yang dipasang di hostingan blogspot. Kotak komennya nggak ada pilihan comment as dan tentu saja nggak bisa dipost comment.
Entah apakah memang si pemilik blog mensetting artikelnya tidak boleh dikomen atau browserku yang lagi error. Maklum aku awam dengan blogspot
Firestats-ku rusak! Argh. Sepertinya ini dampak dari database server hostingan yang sempat down beberapa hari yang lalu. Seluruh instalasi firestats yang kupasang di beberapa blogku pada hostingan yang sama rusak semua. Terpaksa aku menghapus seluruh tabel yang berhubungan dengan firestats, dan dengan demikian firestats resmi ter-reset. Padahal aku sudah mengumpulkan ratusan ribu hit selama setahun lebih.

Firestats bagiku sangat membantu, untuk memonitor trafik yang datang yang akan bermanfaat dalam optimasi kata kunci. Sebenarnya aku juga sudah menggunakan plugin statistik lain, wordpress stats, tetapi tetap saja Firestats ini tidak tergantikan. Ada data referral URL yang sangat kusukai.
Yah, setidaknya tabel-tabel utama blog tidak mengalami kerusakan serius. Sepertinya aku harus mempertimbangkan untuk mem-backup setiap database. Tapi bagaimana mungkin, ukuran database-nya sudah 5 kali lebih besar dibandingkan webspace yang kusewa
Written on 09 January 2010
by admin under
Blog
with