Firebird sudah jadi favoritku untuk kategori database, dan makin jadi kesukaan karena terdapat fasilitas penambahan fungsi-fungsi eksternal.
Terkadang dalam stored procedure kita harus mencari tanggal beberapa tahun ke depan, atau mencari selisih bulan antara 2 tanggal. Walaupun terlihat sepele, pekerjaan tersebut sulit dilakukan. Tetapi menggunakan library tambahan FreeUDFLib, aritmatika tanggal jadi sangat mudah.
Incoming search terms for the article:
Jika kita bicara basis data secara mendalam, kita tidak bisa lepas dari pembicaraan tentang integritas referensial (referential integrity) yang “mengikat” data-data antartabel. Integritas referensial menjamin data-data yang di-refer (dirujuk) oleh data dari tabel lain tetap eksis, atau jika berubah (delete atau update) maka data yang me-refer mampu menyesuaikan.
Nah, apa yang terjadi jika basis data dengan data yang saling merujuk tersebut tidak menggunakan integritas referensial? Semisal kita memiliki tabel barang (tbarang), tabel penjualan (tpenjualan), dan tabel penjualan detail (tpenjualan_detail)
tbarang:
kd_barang *
nama_barang
merek
tpenjualan:
no_nota *
tgl_nota
tpenjualan_detail
no_nota *
kd_barang *
qty
Ket : *) primary key
Dari tabel dan entitasnya di atas, perhatikan tabel tpenjualan_detail yang merujuk data ke tabel tbarang melalui field kd_barang. Kedua tabel ini akan terhubung dengan relasi tbarang one-to-many tpenjualan_detail.
Jika tanpa integritas referensial, maka jika sebuah record dari tbarang yang menjadi rujukan dalam tpenjualan_detail dihapus, maka record dalam tpenjualan_detail tersebut akan menjadi orphan data, artinya data yang rujukannya sudah tidak eksis lagi. Dan dalam sistem basis data, data seperti ini sangat dihindari karena dampaknya akan sangat merugikan atau bahkan datanya tidak bisa digunakan lagi.
Barangkali ada yang mempunyai ide untuk menangkal orphan data ini di level aplikasi. Bisa, tetapi terbatas pada struktur basis data yang kompleks. Bayangkan bila tbarang di atas dirujuk oleh banyak sekali tabel, maka jika akan menghapus record harus melakukan pengecekan satu persatu. Berbeda kasusnya bila kita menggunakan fasilitas dalam integritas referensial yang mampu secara otomatis menghasilkan error ketika record yang menjadi rujukan berusaha dihapus.
Pembahasan singkat di atas mungkin bisa menjadi referensi bagus untuk mempertimbangkan penggunaan DBMS yang sudah menggunakan integritas referensial secara intensif. Contoh di antaranya adalah Microsoft Access dan Firebird.
SQL (Structured Query Language) merupakan bahasa implementasi dari basis data relasional hasil penelitian IBM. Bahasa SQL terdiri atas sekelompok fasilitas untuk mendefinisikan, memanipulasi, dan mengontrol data dalam basis data relasional.
Bab ini membatasi diri pada penggunaan SQL untuk memasukkan data dalam tabel, memanipulasi data yang ada dalam sebuah tabel maupun antartabel, mengupdate data, dan menghapus data.
Continue Reading »
Incoming search terms for the article:
Pendekatan Pemodelan Data
Penyusunan basis data selalu didahului dengan pekerjaan pemodelan data. Pendekatan pemodelan data dapat dilakukan dengan identifikasi atribut dari realita yang akan disusun dalam basis data. Kemudian dilanjutkan dengan menyusun kombinasi dari atribut-atribut yang telah dipilih ke dalam bentuk tabel-tabel normal. Cara ini disebut dengan pendekatan dari bawah ke atas (bottom-up approach), di mana penyusunan basis data dimulai dari data dasar yaitu berupa atribut.
Pemodelan data dengan pendekatan dari bawah ke atas dapat memperoleh hasil yang baik jika diterapkan untuk perancangan basis data yang relatif sederhana, yaitu dengan jumlah data atribut tidak terlalu banyak. Sedangkan dalam kenyataan basis data yang akan disusun mencakup banyak atribut, mungkin ratusan atau bahkan ribuan jumlahnya, dan kemungkinan antaratribut terdapat hubungan lebih dari satu jenis.
Jika terdapat banyak atribut yang akan disusun dalam emodelan basis data, maka akan menyulitkan untuk menentukan fungsi ketergantungan antaratribut. Hal ini terutama bila terjadi determinan komposit antaratribut. Oleh karena itu perlu dilakukan penyederhanaan prosedur pemodelan data. Dalam hal ini pengadministrasi basis data tidak akan memandang pada jumlah atribut yang banyak, tetapi lebih cenderung memperhatikan jenis entiti, seperti entiti mahasiswa, dosen, dan sebagainya, baru kemudian ditentukan jenis atribut yang bersesuaian dengan entiti yang dipilih. Pemodelan data cara ini disebut dengan pendekatan dari atas ke bawah (top-down approach).
Continue Reading »
Incoming search terms for the article:
Pengertian Tabel
Dalam arsitektur tiga-skema, deskripsi model konseptual tidak hanya terpisah dengan SMBD yang digunakan, tetapi juga harus terpisah dengan penggunaan sistem komputer. Oleh karena itu, dalam model konsepsual lebih baik dihindarkan adanya peristilahan yang berkonotasi dengan sistem komputer (skema internal), misal istilah berkas (file) dan rekaman (record).
Model konsepsual harus memandang data dengan logika yang paling sederhana. Cara ini ditempuh dengan membuat blok data dasar untuk mengorganisasi kelompok data. Blok data dasar yang paling umum digunakan dalam sistem basis data adalah tabel (table) atau disebut juga relasi (relation). Dalam hal ini, untuk pembicaraan selanjutnya digunakan istilah tabel.
Continue Reading »
Incoming search terms for the article:
Model Data, Skema, dan Instan
Karakteristik utama pendekatan basis data adalah adanya beberapa tingkatan dalam abstraksi data dengan menyembunyikan spesifikasi detail penyimpanan data. Hal ini dilakukan karena kebanyakan pemakai tidak berkepentingan dengan detail penyimpanan data. Pemodelan data merupakan sarana untuk melakukan proses abstraksi data. Model data merupakan sejumlah konsep yang digunakan untuk membuat deskripsi struktur basis data.
Dengan deskripsi struktur basis data dapat ditentukan jenis data, hubungan (relationship), dan konstrain data yang harus ditangani. Kebanyakan model data juga membuat spesifikasi untuk operasi dasar (basic operation) dalam pengaksesan dan pembaharuan data pada basis data. Pada perkembangan terakhir dikenal juga istilah tabiat data (data behaviour) pada pemrograman pendekatan orientasi obyek (object oriented). Pada tabiat data didefinisikan operasi yang dapat dilakukan pada data. Selain itu didefinisikan pula operas secara umum untuk melakukan penambahan data, penghapusan, pengambilan terhadap obyek.
Continue Reading »
Incoming search terms for the article:
Pembicaraan basis data tidak dapat dipisahkan dengan teknologi komputer, karena teknologi basis data dan komputer berkembang beriringan. Perkembangan teknologi pengelolaan basis data mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan penggunaan komputer. Sebagai contoh, pemakaian teknologi basis data dalam pengelolaan data yang berjumlah besar untuk keperluan bisnis, keteknikan, pendidikan, kesehatan, hukum, perpustakaan, dan sebagainya, akan sangat efisien bila komputer digunakan. Namun demikian, sebelum melangkah pada pembicaraan lebih lanjut, terlebih dahulu perlu dijelaskan apa yang dimaksud dengan istilah basis data.
Continue Reading »
Incoming search terms for the article: