Di sela-sela pekerjaan clerical, saya menyempatkan diri membuat sedikit kode untuk bertukar link blog / website. Selain untuk menyalurkan keisengan, juga bisa untuk riset pengaruh link pada SEO yang biasanya ditujukan ke Google.
Banyak teori tentang inbound link yang berpengaruh pada Google page rank (PR), tetapi alangkah menyenangkannya bila bisa praktik sendiri. Saya pun mencoba menyilang-nyilangkan link pada koleksi blog saya, dan hasilnya blog-blog saya ini punya PR minimal 1. Memang ada faktor-faktor lainnya, tetapi saya rasa ini salah satu yang berpengaruh.
Baiklah, itu sekedar pengantar saja. Sekarang menu utamanya.
Skrip yang saya buat itu berbentuk RSS (really simple syndication?) yang isinya daftar link. Saya memilih bentuk ini karena saya juga menyasar blog-blog gratisan semacam wordpress atau blogspot. Pernah saya mencoba menggunakan skrip iframe dan javascript, tapi Google Help bilang javascript (document.write) tidak diindeks (sigh), dan iframe tampaknya juga mustahil bakal terindeks. Peluangnya tinggal 2 : remote page atau RSS. Saya pilih RSS karena blog gratis seperti wordpress tak mampu menampilkan skrip javascript dan tak mungkin menginstal plugin. yay!
Nah, skrip itu saya tanam di community.web.id. Cara gabungnya bisa dilihat di sini. Berikut copasnya:
Mari bergabung dengan community.web.id, komunitas untuk berbagi link. Caranya sangat mudah:
1. Buat komentar di halaman ini dengan mencantumkan link web / blog Anda.
2. Gunakan fasilitas RSS yang biasanya dipasang pada widget sidebar blog Anda (misalnya pada wordpress dan blogspot). Alamat RSSnya di http://feeds.feedburner.com/cwilinkexchange. Settingnya, tulis judul (misal: Community links), set display item-nya 20 (atau maksimal), centangi display item content.
3. Setelah di-approve oleh admin, link Anda akan terpasang pada semua blog member community.
4. Siapapun boleh bergabung. Tidak terbatas pada blog / web yang self-hosted, tetapi juga yang gratisan, asal tetap memasang RSS yang telah ditentukan.
5. RSS akan menampilkan maksimal 20 link, dan mekanisme penampilan link akan diatur berdasarkan berapa kali sebuah link telah ditampilkan, sehingga setiap link akan memiliki jumlah tampil yang sama.
6. Tidak ada pengistimewaan terhadap link yang baru didaftarkan. Link baru ini akan diberi nilai tampil sebesar nilai tampil yang paling banyak, jadi buruan daftar 
7. Pengistimewaan terhadap link akan diberikan pada program premium link.
Bila ada rekan blogger yang mau join silakan. Karena ini masih dalam tahap riset, maka segala risiko ditanggung sendiri. paling-paling PR-nya turun kok .
Tapi kalau beruntung, siapa tahu PR nya naik. Apa guna PR? Buat nyari dolar .
Bisa buat jualan link (sekitar $2 untuk PR 2 perbulan perlink), buat paid review (ada yang $7 per review), bisa juga buat pamer.
有難うございます。(Arigatō gozai masu.) buat yang berpartisipasi.
Written on 24 April 2010
by admin under
Blog, Monetizing, PHP, Search Engine Optimization, Web
with
Tagged with blog, community.web.id, Google, gratis, Search Engine Optimization, SEO, tukar link, tukar link gratis, wordpress
Beberapa hari ini aku sadar, ternyata kode instalasi untuk program brokerage linkadage yang kubuat itu udah nggak jalan. My mistake 
Postingan tentang plugin brokerage linkadage sebelumnya ada di sini, tapi link downloadnya sudah mati.
Untuk mendownload plugin yang sudah dites dan jalan, silakan klik: brokerage linkadage plugin atau download via megaupload.
Firebird sudah jadi favoritku untuk kategori database, dan makin jadi kesukaan karena terdapat fasilitas penambahan fungsi-fungsi eksternal.
Terkadang dalam stored procedure kita harus mencari tanggal beberapa tahun ke depan, atau mencari selisih bulan antara 2 tanggal. Walaupun terlihat sepele, pekerjaan tersebut sulit dilakukan. Tetapi menggunakan library tambahan FreeUDFLib, aritmatika tanggal jadi sangat mudah.
Jika kita bicara basis data secara mendalam, kita tidak bisa lepas dari pembicaraan tentang integritas referensial (referential integrity) yang “mengikat” data-data antartabel. Integritas referensial menjamin data-data yang di-refer (dirujuk) oleh data dari tabel lain tetap eksis, atau jika berubah (delete atau update) maka data yang me-refer mampu menyesuaikan.
Nah, apa yang terjadi jika basis data dengan data yang saling merujuk tersebut tidak menggunakan integritas referensial? Semisal kita memiliki tabel barang (tbarang), tabel penjualan (tpenjualan), dan tabel penjualan detail (tpenjualan_detail)
tbarang:
kd_barang *
nama_barang
merek
tpenjualan:
no_nota *
tgl_nota
tpenjualan_detail
no_nota *
kd_barang *
qty
Ket : *) primary key
Dari tabel dan entitasnya di atas, perhatikan tabel tpenjualan_detail yang merujuk data ke tabel tbarang melalui field kd_barang. Kedua tabel ini akan terhubung dengan relasi tbarang one-to-many tpenjualan_detail.
Jika tanpa integritas referensial, maka jika sebuah record dari tbarang yang menjadi rujukan dalam tpenjualan_detail dihapus, maka record dalam tpenjualan_detail tersebut akan menjadi orphan data, artinya data yang rujukannya sudah tidak eksis lagi. Dan dalam sistem basis data, data seperti ini sangat dihindari karena dampaknya akan sangat merugikan atau bahkan datanya tidak bisa digunakan lagi.
Barangkali ada yang mempunyai ide untuk menangkal orphan data ini di level aplikasi. Bisa, tetapi terbatas pada struktur basis data yang kompleks. Bayangkan bila tbarang di atas dirujuk oleh banyak sekali tabel, maka jika akan menghapus record harus melakukan pengecekan satu persatu. Berbeda kasusnya bila kita menggunakan fasilitas dalam integritas referensial yang mampu secara otomatis menghasilkan error ketika record yang menjadi rujukan berusaha dihapus.
Pembahasan singkat di atas mungkin bisa menjadi referensi bagus untuk mempertimbangkan penggunaan DBMS yang sudah menggunakan integritas referensial secara intensif. Contoh di antaranya adalah Microsoft Access dan Firebird.
Sudah hampir jam 12 malam, aku baru saja bisa memecahkan masalah yang beberapa kali terjadi saat instalasi komponen baru untuk Delphi.
Ketika komponen selesai di-build dan diinstal, muncul error
—————————
delphi32.exe – Unable To Locate Component
—————————
This application has failed to start because ****.bpl was not found.
Re-installing the application may fix this problem.
Gambar error bisa dilihat di bawah, namun dengan file bpl yang berbeda

Continue Reading »
SQL (Structured Query Language) merupakan bahasa implementasi dari basis data relasional hasil penelitian IBM. Bahasa SQL terdiri atas sekelompok fasilitas untuk mendefinisikan, memanipulasi, dan mengontrol data dalam basis data relasional.
Bab ini membatasi diri pada penggunaan SQL untuk memasukkan data dalam tabel, memanipulasi data yang ada dalam sebuah tabel maupun antartabel, mengupdate data, dan menghapus data.
Continue Reading »
Pendekatan Pemodelan Data
Penyusunan basis data selalu didahului dengan pekerjaan pemodelan data. Pendekatan pemodelan data dapat dilakukan dengan identifikasi atribut dari realita yang akan disusun dalam basis data. Kemudian dilanjutkan dengan menyusun kombinasi dari atribut-atribut yang telah dipilih ke dalam bentuk tabel-tabel normal. Cara ini disebut dengan pendekatan dari bawah ke atas (bottom-up approach), di mana penyusunan basis data dimulai dari data dasar yaitu berupa atribut.
Pemodelan data dengan pendekatan dari bawah ke atas dapat memperoleh hasil yang baik jika diterapkan untuk perancangan basis data yang relatif sederhana, yaitu dengan jumlah data atribut tidak terlalu banyak. Sedangkan dalam kenyataan basis data yang akan disusun mencakup banyak atribut, mungkin ratusan atau bahkan ribuan jumlahnya, dan kemungkinan antaratribut terdapat hubungan lebih dari satu jenis.
Jika terdapat banyak atribut yang akan disusun dalam emodelan basis data, maka akan menyulitkan untuk menentukan fungsi ketergantungan antaratribut. Hal ini terutama bila terjadi determinan komposit antaratribut. Oleh karena itu perlu dilakukan penyederhanaan prosedur pemodelan data. Dalam hal ini pengadministrasi basis data tidak akan memandang pada jumlah atribut yang banyak, tetapi lebih cenderung memperhatikan jenis entiti, seperti entiti mahasiswa, dosen, dan sebagainya, baru kemudian ditentukan jenis atribut yang bersesuaian dengan entiti yang dipilih. Pemodelan data cara ini disebut dengan pendekatan dari atas ke bawah (top-down approach).
Continue Reading »
Pengertian Tabel
Dalam arsitektur tiga-skema, deskripsi model konseptual tidak hanya terpisah dengan SMBD yang digunakan, tetapi juga harus terpisah dengan penggunaan sistem komputer. Oleh karena itu, dalam model konsepsual lebih baik dihindarkan adanya peristilahan yang berkonotasi dengan sistem komputer (skema internal), misal istilah berkas (file) dan rekaman (record).
Model konsepsual harus memandang data dengan logika yang paling sederhana. Cara ini ditempuh dengan membuat blok data dasar untuk mengorganisasi kelompok data. Blok data dasar yang paling umum digunakan dalam sistem basis data adalah tabel (table) atau disebut juga relasi (relation). Dalam hal ini, untuk pembicaraan selanjutnya digunakan istilah tabel.
Continue Reading »
Incoming search terms for the article:
Model Data, Skema, dan Instan
Karakteristik utama pendekatan basis data adalah adanya beberapa tingkatan dalam abstraksi data dengan menyembunyikan spesifikasi detail penyimpanan data. Hal ini dilakukan karena kebanyakan pemakai tidak berkepentingan dengan detail penyimpanan data. Pemodelan data merupakan sarana untuk melakukan proses abstraksi data. Model data merupakan sejumlah konsep yang digunakan untuk membuat deskripsi struktur basis data.
Dengan deskripsi struktur basis data dapat ditentukan jenis data, hubungan (relationship), dan konstrain data yang harus ditangani. Kebanyakan model data juga membuat spesifikasi untuk operasi dasar (basic operation) dalam pengaksesan dan pembaharuan data pada basis data. Pada perkembangan terakhir dikenal juga istilah tabiat data (data behaviour) pada pemrograman pendekatan orientasi obyek (object oriented). Pada tabiat data didefinisikan operasi yang dapat dilakukan pada data. Selain itu didefinisikan pula operas secara umum untuk melakukan penambahan data, penghapusan, pengambilan terhadap obyek.
Continue Reading »
Incoming search terms for the article:
Pembicaraan basis data tidak dapat dipisahkan dengan teknologi komputer, karena teknologi basis data dan komputer berkembang beriringan. Perkembangan teknologi pengelolaan basis data mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan penggunaan komputer. Sebagai contoh, pemakaian teknologi basis data dalam pengelolaan data yang berjumlah besar untuk keperluan bisnis, keteknikan, pendidikan, kesehatan, hukum, perpustakaan, dan sebagainya, akan sangat efisien bila komputer digunakan. Namun demikian, sebelum melangkah pada pembicaraan lebih lanjut, terlebih dahulu perlu dijelaskan apa yang dimaksud dengan istilah basis data.
Continue Reading »
Incoming search terms for the article: