Category Archives for Reparasi

Memperbaiki Open With pada Drive

Mungkin judul di atas kurang menjelaskan materi yang akan dipaparkan di postingan ini, tetapi maksudnya begini. Pada komputer yang terinfeksi virus tertentu, ada kalanya user tidak bisa mengakses drive dari windows explorer. Normalnya, pada alamat My Computer di windows explorer, kita bisa mengklik drive yang tersedia untuk mengakses isinya. Tetapi karena infeksi virus, terkadang hal ini tidak bisa dilakukan, malah muncul jendela Open With yang biasa muncul ketika kita hendak mengakses file-file yang memiliki ekstensi yang tidak dikenali sistem. Bagaimana cara mengatasinya?
Continue Reading »

Incoming search terms for the article:

BIOS Beep Code

Tukang reparasi komputer kurasa perlu memiliki beep code ini, sebagai output dari POST (Power On Self Test) yang mampu mengindikasikan error yang terjadi pada periferal komputer (bila ada).
Sumber : ariefew.com
Continue Reading »

Incoming search terms for the article:

Error 1722 : The RPC Server is Unavailable

Masih berkaitan dengan postinganku sebelumnya di sini, ternyata error The RPC Server is Unavailable-nya masih ada. Aku coba masuk ke situs support microsoft dan kaspersky pun ternyata gagal. Sigh…
Iseng-iseng aja kujalanin kkiller.exe, kido removal tool dari kaspersky yang pernah kupakai dan selalu standby di drive C-ku (postingan tentang kkiller ada di sini, download kkiller di sini).
Nah, tampaknya sudah beberapa waktu berlalu dan Error 1722 : The RPC Server is Unavailable belum keluar lagi (dan semoga tidak keluar).

Capek ya ngurusin virus melulu? Kayak nggak ada habisnya….

Incoming search terms for the article:

HP Pavilion a6438d : Downgrading Dari Vista ke Windows XP

HP Pavilion a6438d
Aku baru saja kena mutasi ke bagian lain, masih dalam satu direktorat, dan tentunya peralatan kerja yang lama tidak dibawa karena secara administratif tidak dibenarkan memindahkan aset ke bagian lain. Aku sengaja tidak mengajukan permintaan PC ke tata usaha karena atasan baruku bilang workstation sudah ada.
Dan memang, sebuah HP Pavilion a6438d berpindah ke meja kerjaku.

PC ini dilengkapi dengan prosesor Core2Quad (sebuah prosesor dengan 4 inti), 2GB RAM, kartu grafis NVIDIA 8500GT, 160GB + 320 GB harddisk, wireless mouse + keyboard, bluetooth, TVTuner (wow!), dan wireless card. Permasalahannya adalah, PC ini dibundel dengan Windows Vista Home Premium, dan ternyata telah dioprek, diganti dengan Windows XP 64 bit yang tidak kompatibel dengan prosesornya. Jadilah kinerja mesin sangat tidak efisien.
Sangat menjengkelkan karena konfigurasi PC ini khusus dijual di Indonesia. Apa maksudnya? Di Indonesia tidak ada hukum yang mewajibkan sebuah PC branded menyediakan driver yang kompatibel dengan semua OS. Jadi bagi orang awam tidak ada pilihan selain menggunakan OS bawaan karena driver OS lain tidak tersedia.
Niat awalku adalah mengembalikan keadaan semula dengan recovery CD. Tetapi sebuah ide tercetus ketika aku membongkar casing CPU. Dengan peripheral yang nempel di motherboard, sangat mungkin driver motherboard ini kompatibel dengan XP 32 bit. Aku memang sering membaca saran-saran untuk mencari driver ke vendor masing-masing peripheral, tetapi aku lupa bahwa sebagian besar peripheral nempel di motherboard, dan biasanya driver motherboard itu sepaket lengkap. Wew ^_^.

Dengan pencarian yang tidak sebentar, aku mendapat beberapa link download.
Motherboardnya Foxconn MCP73M01H1 dengan chipset NVIDIA GeForce 7100 / NVIDIA nForce 630i, satu set driver bisa didapatkan di sini.

Masih ada driver UAA dan Realtek untuk audio device, bluetooth, dan wireless card driver yang belum ketemu.

Tambahan:
microsoft universal audio architecture uaa bus driver for high definition audio

Chkdsk, BSOD Killer

Pertama-tama aku akan mengutip artikel tentang BSOD, blue screen of death.
bsod unmountable

Blue screen of death (BSOD, Bahasa Inggris: Layar Biru Kematian), atau kadang disebut “layar biru” (bluescreen) saja adalah istilah populer untuk layar yang ditampilkan Microsoft Windows ketika mengalami kesalahan sistem (atau disebut stop error oleh Microsoft). BSOD milik Windows NT, 2000, XP, atau Vista biasanya lebih serius daripada Windows sebelumnya. Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya BSOD ini. Diantaranya driver peralatan yang tidak bagus, kesalahan memori, registry yang rusak atau penggunaan file DLL yang tidak cocok. Berbagai bentuk BSOD terdapat pada seluruh sistem operasi Windows sejak Windows 3.1. BSOD merupakan pengganti black screen of death (layar hitam kematian) yang muncul pada OS/2 dan MS-DOS.[1] Dalam versi awal dari Windows Vista juga terdapat red screen of death atau layar merah kematian, yang digunakan pada kesalahan boot loader. Sumber

Kejadian BSOD juga dialami salah satu laptop kantor yang memang bukan barang baru. Ketika digunakan tiba-tiba komputer hang dan muncullah di layar salah satu legenda Microsoft, BSOD :p
Menurut pengakuan si pemakai, tidak ada kejadian aneh sebelumnya termasuk benturan atau goncangan yang terlalu besar pada mesin. Walau bosku sudah rela kehilangan salah satu aset kantor ini, harga diriku sebagai tukang reparasi tak mau terlukai. Pasti ada cara, pikirku. Kata-kata unmountable boot volume membuatku mengarahkan kecurigaan pada harddisk.

Satu-satunya cara yang kupikirkan adalah mencopot harddisk dari badan laptop dan mengubahnya menjadi harddisk eksternal. Beruntung casing harddisk eksternalku gampang dicopot.
Yang ingin kucoba saat itu adalah perintah CHKDSK legendaris yang pernah menghidupkan kembali 2 harddisk berharga milikku.
Satu-dua kali mencoba, perintah ini selalu menghasilkan “an unknown error occured“. Jiah….
Perintah ini terus kucoba, namun pada akhirnya menghasilkan “Cannot Open Volume for Direct Access“. Bahkan ia tidak dapat lagi diakses oleh command prompt. Jadi sedikit panik karena data-data penting di dalamnya belum di-backup oleh si empunya laptop.
Referensi dari Microsoft tentang error ini adalah

To resolve this problem, obtain the latest service pack for Microsoft Windows XP. For additional information, click the following article number to view the article in the Microsoft Knowledge Base:
322389 (http://support.microsoft.com/kb/322389/EN-US/ ) How to obtain the latest Windows XP service pack

Tentu saja aku tak akan sempat mengupdate service pack!

Beruntung, anggota baru kantor ini, Ara, punya properti baru : laptop HP dengan windows Vista.
Butuh waktu 5 jam untuk menyelesaikan perintah CHKDSK x: /r, walau hasilnya cukup baik. Harddisk bermasalah pun akhirnya dapat diakses dengan baik, dan setelah mem-backup isinya ke storage lain, aku memasangnya kembali ke mesin asal.

Di mesin asal sistem bisa berjalan normal setelah melakukan pengecekan di booting awal.

Incoming search terms for the article: