Category Archives for Kuliner

Final Chapter: Lontong Balap

Sejak awal aku tiba di Surabaya, aku selalu mencoba mencari cara gimana bisa makan lontong balap, yang akhirnya kesampaian juga di malam hari keempat, sesudah tim tuntas menyelesaikan tugasnya.
Aku lupa di mana lontong balap ini, tapi PKL-nya berjudul Lontong Balap Pak Budi.
lontong balap

lontong balap

lontong balap

Lontong balap ini terdiri atas lontong, tauge atau kecambah, tahu, lentho (seperti perkedel namun dibuat dari semacam kedelai khas jawa timur), kuah, sambal kacang, ditaburi bawang goreng dan sedikit kecap. Rasanya lumayan, sederhana namun memiliki rasa khas daerah ini. Lontong balap bisa ditemani dengan sate kerang.
sate kerang
Sebagai minuman bisa dipesan kelapa muda yang juga dijual di situ.
kelapa muda

Kenapa dinamai lontong balap? Pak Budi, si penjual lontong balap, sembari bergurau menuturkan bahwa dahulu para penjual lontong ini “balapan” menggendong angkringannya, barangkali demi memperebutkan tempat paling strategis.

Zangrandi, Spesial Eskrim

Pada tugas di Surabaya kali ini aku dan rombongan menginap di Garden Palace Hotel, persis bersebelahan dengan rumah makan spesial eskrim: Zangrandi.
zangrandi
Dengan salah seorang temanku yang terus mendengung-dengungkan keinginannya mencicipi eskrim zangrandi yang sangat nikmat itu, pergilah kami ke sana pada satu waktu.
Tak terasa aku menghabiskan segelas eskrim tanpa sempat mengambil fotonya.
zangrandi
Makan eskrim zangrandi tak lengkap tanpa kacang rebus yang dijual di warung sebelahnya.
kacang rebus

Kuliner Surabaya: Rawon Setan

Hari kedua di Surabaya: saatnya turun ke lapangan.
Pekerjaan kali ini cukup menantang, aku harus menyelesaikan masalah yang tak kunjung selesai. Masalah yang kudapat di hari kedua ini baru akan selesai di sore hari keempat, tepat pukul 4 sore. Fiuh…
Aku berkesempatan mencicipi salah satu masakan khas Surabaya. Selepas bertugas kami langsung bermobil menyambangi sebuah rumah makan bertuliskan RAWON SETAN di daerah Embong Malang, Surabaya.
rawon setan
Mantap memang, apalagi bagi pecinta daging. Daging rawonnya sangat lembut, walaupun potongannya besar-besar. Citarasa di lidah cukup rapi, walaupun tak sekuat citarasa rawon Jawa Tengah, namun cukup dapat dinikmati.
Setidaknya ada 2 menu yang bisa dipesan di sini, yakni rawon biasa dan rawon buntut yang terbuat dari daging buntut sapi. Hmm… nikmat :D
rawon setan