Film ini sangat cocok ditonton bersama keluarga: bergenre animasi dan memiliki nilai-nilai yang mampu memberi pelajaran bagi penikmatnya.
How To Train Your Dragon, film animasi produksi Dreamworks yang tak pernah mengecewakan, bercerita tentang bangsa viking di sebuah pulau yang terus menerus mendapat serangan naga. Stoick sang kepala suku yang gagah perkasa menjadi pemimpin saat warganya bertahan dari serangan naga yang mengincar ternak yang dipelihara desa.
Continue Reading »
Incoming search terms for the article:
Bila Anda pecinta film bergenre kungfu, yang satu ini tidak akan Anda lewatkan: 14 Blades atau Gam Yee Wai. Dibintangi oleh Donnie Yen, film ini menyuguhkan adegan pertarungan yang sangat menarik, benar-benar mengeksplorasi teknik kungfu Donnie Yen yang kini dianggap punya gerakan silat yang paling menarik. Konon kabarnya dia menggabungkan beberapa teknik bela diri menjadi satu.
Continue Reading »
Written on 09 May 2010
by admin under
Movie
with
Tagged with 14 blades, donnie yen, gam yee wai, jin yi wei, jinyiwei, jinywei, kate tsui, kungfu, qinglong, sammo hung, silat, The Brocaded Robe Guards, zhao wei
Ryan Bingham (George Clooney) bekerja di sebuah agensi yang membantu perusahaan-perusahaan dalam memecat karyawannya. Dan karena pekerjaannya itulah, ia hampir selalu ada dalam perjalanan. Ambisinya hanya satu: mencapai 10 juta mil terbang bersama America Airlines.
Hidupnya yang penuh dengan travelling itu terancam dengan kebijakan agensi yang akan diberlakukannya sistem online dalam memecat karyawan. Sistem baru tersebut diprakarsai oleh karyawan baru di agensi, Natalie Keener (Anna Kendrick).
Continue Reading »

Confucius lahir sebagai rakyat jelata, namun begitu tidak menghambatnya untuk menjadi orang besar karena pemikiran-pemikirannya yang mendobrak keadaan waktu itu. Seseorang yang mengubah dunia walau harus berkorban banyak hal untuk mencapainya.
Confucius, seperti digambarkan dalam film, sangat menghargai kemanusiaan, keadilan, dan kedamaian. Dengan kecerdasannya bahkan ia mampu merebut 3 kota tanpa perang. Namun sayang, dalam dunia politik selalu saja ada orang yang iri hati, maka terbuanglah Confucius, mengembara dari satu kerajaan ke kerajaan yang lain sambil mengajar penduduk setempat. Ia mengajar orang supaya beradab, mengajar bagaimana hidup di masyarakat dan bukannya saling berperang satu sama lain.
Walaupun ulasan dalam imdb.com membeberkan beberapa kekurangan film ini, kita masih bisa belajar banyak hal dari tokoh yang diperankan oleh Chow Yun Fat ini, yakni kesabaran, teguh, dan tekad yang kuat.

Carl Allen (Jim Carrey), seorang karyawan yang bekerja di perusahaan jasa kredit, punya kehidupan yang datar-datar saja. Bahkan belakangan ia cenderung menutup diri dari teman-temannya, pun ia diceraikan oleh istrinya hanya 6 bulan setelah menikah.
Seseorang menantangnya untuk menjawab “Yes” untuk setiap tantangan yang ditujukan padanya. Setelah mengikuti seminarnya Terrence, dimulailah petualangan Yes pada setiap kesempatan, dan kehidupannya mulai berubah.
Bisa dibayangkan bagaimana seandainya semua permintaan dijawab dengan “ya”, merepotkan bukan? Namun dengan begitu Carl seperti menemukan kehidupan baru yang bervariasi, tidak kaku, penuh kejutan, dan cinta. Ia bertemu dengan Allison (Zooey Deschanel), penyanyi band Indie yang juga punya jiwa bebas.
Namun jawaban “yes” tak selamanya baik. Kesulitan demi kesulitan menimpanya, yang akhirnya menyadarkan Carl bahwa “yes” hanyalah pintu untuk membuka diri pada lingkungan sekitar dan kesempatan-kesempatan baru.

Satu lagi film drama komedi yang dibintangi oleh Dwayne “The Rock” Johnson, dengan tokoh utama Derek Thompson. Ia seorang pemain hockey yang terkenal dengan gaya bermainnya yang kasar bahkan cenderung brutal. Kebrutalannya itu membuatnya sering mematahkan gigi pemain lawan, hingga ia dijuluki “The Tooth Fairy”.
Sebuah kejadian membuatnya divonis hukuman menjadi peri gigi selama seminggu, karena dianggap mematikan mimpi anak-anak. Sejak saat itu hidupnya mengalami perubahan.
Derek Thompson yang kekar nan sombong itu dipaksa melakukan hal-hal yang baginya tidak cool, mengambili gigi tanggal anak-anak dan menggantinya dengan selembar uang $1. Pada awalnya memang ia kesulitan menyesuaikan diri karena egonya, namun kejadian demi kejadian mengubah karakternya menjadi lebih lembut, terutama mengubah sikapnya terhadap Carly sang pacar dan anak-anak Carly, Randy dan Tess. Ia pun jadi percaya bahwa keajaiban memang ada.

Goemon, film yang diangkat dari tokoh legenda Jepang, Ishikawa Goemon. Karakternya seperti Robin Hood yang mencuri dari yang kaya dan membagi-bagikannya kepada rakyat miskin. Namun itu hanya cerita sampingan dengan plot utama yang mendebarkan.
Goemon hidup di zaman peperangan. Dengan keluarganya yang terbantai, ia dipungut oleh Oda Nobunaga dan dilatih menjadi shinobi. Bersama Saizo Kirigakure, mereka berguru pada Hanzo Hattori, shinobi legendaris yang tak terkalahkan. Dan suatu ketika, Nobunaga terbunuh oleh Hideyoshi Toyotomi yang membuatnya memulai petualangan mencari makna kebebasan.
Cerita dimulai saat ia secara tak sengaja mencuri “kotak pandora” yang berisi rahasia besar, yang bila dibuka akan menyebabkan perang besar. Kotak pandora pun terbuka, dan situasi makin memanas dengan terkuaknya skandal terkait pembunuhan Nobunaga.
Konflik terus bergulir dengan dibumbui kisah cintanya dengan Chacha, pada akhirnya ia pun mati dalam usahanya mencegah perang besar.

The Accidental Husband, film drama cinta komedi yang dibintangi oleh Uma Thurman sebagai dokter cinta, Emma Lloyd yang terkenal dengan buku dan acara radionya, Real Love. Suatu saat seseorang berkonsultasi padanya via telpon dalam acara radio tersebut untuk meminta saran apakah ia benar-benar memilih pria yang tepat, yang akhirnya disarankan untuk membatalkan pernikahan.
Patrick Sullivan (Jeffrey Dean Morgan) yang pernikahannya batal jadi mendendam pada Emma, karena akibat saran Emma, ia tak jadi menikah dengan Sofia. Atas bantuan Ajay, ia memodifikasi rekaman elektronik di kantor catatan sipil dan membuatnya tercatat sebagai suami Emma, padahal dalam beberapa minggu Emma akan menikah dengan Richard (Colin Firth).
Berbagai konflik antara ketiga tokoh ini, yang disertai dengan bumbu-bumbu humor, akhirnya membuat Emma dan Patrick saling jatuh cinta dan Emma mengakui, bahwa tidak selamanya teori cintanya benar, bahwa pasangan yang totally mismatch pun terkadang merupakan cinta sejati.

Beberapa di antara kita mungkin ingin mengulang masa lalu. Bila begitu, sepertinya film ini layak Anda simak.
Film ini bercerita tentang seorang bernama Mike O’Donnell (Zac Efron) yang merupakan bintang basket di SMA-nya. Ia digadang-gadang untuk mendapat beasiswa penuh di universitas dan menjadi bintang basket pro. Tapi di saat ia harus menunjukkan bakatnya pada para scout, sebuah kejadian mengubah hidupnya.
Itulah Mike O’Donnell 20 tahun yang lalu. Kini ia hanyalah karyawan biasa yang ternyata tak pernah punya karir mumpuni. Masalah demi masalah timbul, terutama istrinya yang menggugat cerai dirinya. Dan suatu waktu, ketika ia berkunjung ke SMA-nya, sang spirit guide menawarkannya untuk kembali ke masa-masa SMA.
Terkabullah keinginannya. Ia kembali jadi pemuda berumur 17 tahun.
Pada awalnya ia mengira bahwa dirinya harus memperbaiki jalan cerita yang menurutnya “salah”. Ia mengira bahwa terus bermain basket dengan cemerlang akan membuat dirinya terbebas dari masalah di masa depan, hingga ia sadar bahwa ada yang jauh lebih penting daripada semuanya: keluarga.
[dimaz.web.id]

The Hurt Locker menjadi film termasyur tahun ini dengan piala Oscar yang diraih sebagai film terbaik.
Film ini menceritakan perang tentara Amerika di Irak, yang difokuskan ke satu tim penjinak bom yang dikapteni oleh James dan beranggotakan Sanburn dan Owen. Tugas mereka selalu berhubungan dengan bom : menjinakkan, menyingkirkan, menghancurkan bom yang dipasang oleh para pemberontak lokal.
Tentu saja, film ini dibumbui banyak side stories, termasuk bagaimana lihai-nan-nekadnya James dalam menjalankan tugasnya sebagai teknisi bom, bagaimana kenekadan itu terkadang juga berakibat fatal bagi rekan-rekannya.
Sebenarnya aku tak melihat film ini layak diganjar Oscar. Mungkin ceritanya sangat pas dengan keadaan perang di Irak sana, dan sanggup menggambarkan dengan gamblang apa yang terjadi di sana, dan mampu membawa pesan dengan baik : bahwa peperangan adalah candu yang bisa bikin orang ketagihan. Tetapi tetap saja aku belum mampu mengakui film ini sebagai yang terbaik bahkan mengalahkan sci-fi terkenal, Avatar, maupun drama The Blind Side.