<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog of Dimaz &#187; Old Memories</title>
	<atom:link href="http://dimaz.web.id/category/old-memories/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dimaz.web.id</link>
	<description>The story of my mind</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 May 2012 23:56:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Arjunlov</title>
		<link>http://dimaz.web.id/old-memories/arjunlov/</link>
		<comments>http://dimaz.web.id/old-memories/arjunlov/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 07:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Old Memories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaz.web.id/?p=774</guid>
		<description><![CDATA[Lagu-lagu Kitaro yang sedang kudengarkan ini mengingatkanku pada seorang sahabat bernickname Arjunlov di jaman kuliah. Dia benar-benar teman yang baik, dan sangat pantas kalau dia punya banyak teman. Berkebalikan dengan diriku yang menganut paham eksklusivisme. Kami berteman sejak bekerjasama dalam tim pada makrab program studi di awal-awal kuliah. Yah, di masa itu semangatku benar-benar meluap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lagu-lagu Kitaro yang sedang kudengarkan ini mengingatkanku pada seorang sahabat bernickname Arjunlov di jaman kuliah. Dia benar-benar teman yang baik, dan sangat pantas kalau dia punya banyak teman. Berkebalikan dengan diriku yang menganut paham eksklusivisme.</p>
<p>Kami berteman sejak bekerjasama dalam tim pada makrab program studi di awal-awal kuliah. Yah, di masa itu semangatku benar-benar meluap karena siapa sangka aku yang awalnya nggak kepikiran kuliah ini tembus juga ke UGM via UMPTN, atau apalah namanya waktu itu. Tim kami sempat menampilkan drama yang memukau semua peserta makrab, dan dari situlah kuketahui kalau dia eks anak drama di SMA dan juga pengurus OSIS.</p>
<p>Kami punya beberapa kesamaan, salah satunya: lelaki jomblo <img src='http://dimaz.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Nggak terlalu peduli pada perempuan dan selalu duduk di deretan depan, segahar apapun dosennya. Haha, <em>we were good friends</em>, sampai suatu saat aku melakukan kesalahan. <em>Eventough people do mistakes, I just couldn&#8217;t forgive myself until now</em>. Sejak saat itu sepertinya ada jarak di antara kami. Aku hanya bertemu 1 kali dengannya sejak berangkat ke Papua. Tak banyak yang bisa kukatakan saat itu, walaupun ribuan permintaan maaf ingin kukeluarkan dari mulutku.</p>
<p>Dan sepertinya ia sekarang cukup sukses dengan komunitas <a href="http://momusuindo.net">momusuindo.net</a>-nya, <em>glad to hear that</em>. Aku minta maaf, dan semoga sukses selalu.<br />
<img src="http://momusuindo.net/images/banner.png" alt="momusu indonesia" /></p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:like href="http://dimaz.web.id/old-memories/arjunlov/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div><div class="al2fb_comments_plugin"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:comments num_posts="2" width="450" colorscheme="light" href="http://dimaz.web.id/old-memories/arjunlov/"></fb:comments></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaz.web.id/old-memories/arjunlov/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Smells Like Teen Spirit</title>
		<link>http://dimaz.web.id/old-memories/smells-like-teen-spirit/</link>
		<comments>http://dimaz.web.id/old-memories/smells-like-teen-spirit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 09:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Old Memories]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaz.web.id/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[Iseng-iseng muter lagu ini, jadi keinget jaman-jaman SMA. Waktu itu aku jauh lebih urakan dibandingkan sekarang, hehehe. Lagu-lagu Nirvana punya kenangan yang cukup banyak, mengingat bahwa lagu-lagu itu adalah bahan karya ilmiah semasa kelas 2. Lagu semacam smells like teen spirit di atas, come as you are, the man who sold the world, di jaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/hTWKbfoikeg&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/hTWKbfoikeg&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object><br />
Iseng-iseng muter lagu ini, jadi keinget jaman-jaman SMA. Waktu itu aku jauh lebih urakan dibandingkan sekarang, hehehe.<br />
Lagu-lagu Nirvana punya kenangan yang cukup banyak, mengingat bahwa lagu-lagu itu adalah bahan karya ilmiah semasa kelas 2. Lagu semacam s<em>mells like teen spirit</em> di atas, <em>come as you are</em>, <em>the man who sold the world</em>, di jaman itu terlalu sakral untuk tidak dinyanyikan dengan jingkrak-jingkrak sambil triak-triak di siang bolong. Wew.<br />
Buku curhat kelas -di taun-taun segitu buku curhat masih ngetren-, kucoreti dengan mister smiley yang lagi teler. Gambar bulet, dua silang sebagai mata, garis meliuk-liuk sebagai mulut, diakhiri dengan kurva terbuka U untuk menandai lidahnya yang <em>melet</em>. Yay!<br />
Biarpun urakan, tapi nggak pernah ada cerita aku berantem, sebagai akibat dari pendidikan mental a la sekolah Katolik. Baju bebas boleh, rambut gondrong silaken, tapi tak ada ampun untuk siswa yang pukul-pukulan <img src='http://dimaz.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Cuma satu yang kurang: sendal jepit seharusnya jadi barang wajib menggantikan sepatu necis, demi kebersamaan dan menimbulkan kesan merakyat. Ahaha yang ini aku becanda. Teteplah harus pake sepatu, mengingat waktu itu sekolah ngingu kambing, yang ranjaunya tak jarang tersebar hingga ke depan kelas tiap kali si mas penjaga sekolah ketiduran, atau ada siswa yang lupa menutup pagar pembatas lapangan. Okelah, berarti kambing di sini sudah bisa mewakili karakter kerakyatan sekolah kami.</p>
<p>Di antara Nirvana dan kambing terdapat banyak cerita yang sepertinya perlu beberapa jilid untuk diceritakan seluruhnya. Sekian.</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:like href="http://dimaz.web.id/old-memories/smells-like-teen-spirit/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div><div class="al2fb_comments_plugin"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:comments num_posts="2" width="450" colorscheme="light" href="http://dimaz.web.id/old-memories/smells-like-teen-spirit/"></fb:comments></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaz.web.id/old-memories/smells-like-teen-spirit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak-Anak Pewaris Negeri Atas Awan</title>
		<link>http://dimaz.web.id/old-memories/anak-anak-pewaris-negeri-atas-awan/</link>
		<comments>http://dimaz.web.id/old-memories/anak-anak-pewaris-negeri-atas-awan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 15:13:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Old Memories]]></category>
		<category><![CDATA[Lison]]></category>
		<category><![CDATA[Minus]]></category>
		<category><![CDATA[papua]]></category>
		<category><![CDATA[Puncak Jaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dim.tlogosari.net/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah cerita tentang anak-anak suku Dani di Kabupaten Puncak Jaya, di kota Mulia tepatnya. Minus dan Lison, begitu mereka memperkenalkan diri padaku dan teman-temanku yang jadi penghuni baru rumah sewaan. Kedua orang suku asli ini beserta beberapa temannya akan diperbantukan di rumah ini. Diperbantukan. Jadi babu. Tentu saja bukan keinginanku, karena aku sendiri juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dim.tlogosari.net/wp-content/uploads/2009/01/negeri-awan.jpg"><img src="http://dim.tlogosari.net/wp-content/uploads/2009/01/negeri-awan-300x225.jpg" alt="negeri-awan" title="negeri-awan" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-143" /></a></p>
<p>Ini adalah cerita tentang anak-anak suku Dani di Kabupaten Puncak Jaya, di kota Mulia tepatnya.<br />
Minus dan Lison, begitu mereka memperkenalkan diri padaku dan teman-temanku yang jadi penghuni baru rumah sewaan. Kedua orang suku asli ini beserta beberapa temannya akan diperbantukan di rumah ini. Diperbantukan. Jadi babu.<br />
Tentu saja bukan keinginanku, karena aku sendiri juga menumpang di rumah ini.<br />
Kami ini rombongan konsultan yang didatangkan dari Jayapura ke kota Mulia ini untuk mengerjakan proyek keuangan daerah. Tentu saja kami diberi sambutan hangat oleh bupati dan kami pun tak perlu memikirkan fasilitas hidup karena telah disediakan.<br />
<span id="more-141"></span><br />
<div id="attachment_146" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><a href="http://dim.tlogosari.net/wp-content/uploads/2009/01/minus-in-koteka.jpg"><img src="http://dim.tlogosari.net/wp-content/uploads/2009/01/minus-in-koteka-225x300.jpg" alt="Minus In Koteka" title="minus-in-koteka" width="225" height="300" class="size-medium wp-image-146" /></a><p class="wp-caption-text">Minus In Koteka</p></div><br />
Keadaan anak-anak ini sangat menyedihkan bagiku. Minus tinggal di honai, rumah adat asli suku-suku di Papua, tak jauh dari rumah yang kutinggali. Jika engkau pernah menonton film Denias, begitulah keadaan di dalam honai, yang kebetulan pernah kumasuki ketika berkunjung ke tempat tinggal Minus. Bagi yang belum pernah melihat honai, bayangkanlah sepetak tanah yang dialasi jerami, pagarilah tanah itu dengan kayu-kayu dan tutup atasnya dengan jerami. Tak heran, penyakit utama penduduk di sini adalah ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) karena asap dari tungku yang ada di tengah honai tak punya jalur keluar. Maka terhiruplah asap itu ke dalam paru-paru penghuninya dan menjadi sumber penyakit.<br />
<div id="attachment_144" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://dim.tlogosari.net/wp-content/uploads/2009/01/honai.jpg"><img src="http://dim.tlogosari.net/wp-content/uploads/2009/01/honai-300x225.jpg" alt="Honai" title="honai" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-144" /></a><p class="wp-caption-text">Honai</p></div><br />
Mereka tak punya sumur. Sebuah sungai jernih tak jauh dari honai menjadi sumber air bagi segala kebutuhan sehari-hari mereka. Mereka kebanyakan memiliki sebidang kebun yang ditanami berbagai sayuran yang hasilnya tentu saja tak seberapa, karena tanah di sini tak sesubur tanah Jawa. Pun begitu mereka tak pernah berhenti menanam.<br />
Minus memiliki beberapa ekor babi sebagai binatang peliharaan yang bakal jadi tumpuan penghasilan dan bahan makanan paling disukai penduduk. Dan aku senang ketika melihatnya bermain bola. Sangat lincah. Tendangan, gocekan, dan lifting yang biasa ia lakukan jauh di atas rata-rata anak-anak seusianya di daerah asalku. Barangkali bila Leonardo (scout AC Milan) menemukannya, 10 tahun lagi ia akan menjadi The Next Kaka&#8230;.</p>
<p>Bila Minus masih beruntung bisa tinggal dekat dengan keluarganya, Lison tidak. Ia berasal dari suatu daerah jauh yang bernama Ilu. Perjalanan ke sana dengan berjalan kaki akan menghabiskan waktu beberapa hari. Bisa juga ditempuh dengan sepeda motor, tetapi jangan harap perjalanan akan menyenangkan. Pernah satu kali aku mencoba trek ini, dan aku pulang dengan 3 jahitan di telapak kaki. Lison ini masih berumur antara 7-9 tahun, tidak bersekolah dan tak lancar bicara bahasa Indonesia. Tak lancar bahasa Indonesia, seriously! Bila Anda mengira semua orang Indonesia pintar bahasa Indonesia, Anda salah besar. Bahkan melafalkan abjad pun Lison tak mampu. Antara huruf s dan t, huruf mati c dan z, semuanya amat sulit bagi lidah suku Daninya.<br />
Jangan pikir aku membiarkannya buta huruf begitu saja, telah beberapa kali aku berusaha dengan keras untuk mengajarinya, namun ternyata amat sulit dilakukan. Amat sukar.<br />
Lison amat miskin. Jika di rumah kami tak ada bahan makanan, ia tak makan. Mi instan dan nasi adalah makanan mewah baginya. Apa lagi sarden. Mi instan, nasi, dan sarden, inilah makanan kami selama beberapa bulan di sini, karena seporsi makanan di warung minimal seharga 15 ribu rupiah. Anda pernah bersungut-sungut saat harga bensin naik menjadi 6 ribu rupiah? Well, ketika di Jawa harga bensin 4.500, di sini seliter bensin ditebus dengan uang 35.000 rupiah!<br />
Lison tak mandi jika tak disuruh. Bajunya hanya sepasang, dan tak pernah beralas kaki. Aku memberinya sebuah jaket agar tubuh kecilnya sedikit terlindungi dari hawa dingin yang merasuk sampai ke tulang. Kota ini terletak di ketinggian sekitar 2.000 dpl dan sangat dingin. Amat dingin.<br />
Agar Lison punya tambahan penghasilan, kami biasa menyuruhnya mencuci baju-baju kotor kami. Dan ketika ia selesai menjemurnya, ia akan mendapatkan selembar uang 20 ribu dari tiap-tiap orang yang menyuruhnya mencuci.<br />
Ia sangat loyal, terutama padaku yang mungkin telah dianggapnya sebagai kakak.</p>
<p>Ketika aku harus pindah tugas ke kabupaten lain, aku mencoba menitipkan kedua anak itu pada seorang teman yang berdomisili di sana. Namun sayang, temanku tak pernah menemukan mereka. Kabarnya Lison kembali ke tempat asalnya karena kakaknya sakit keras, sedangkan Minus pergi ke Tingginambut bersama rombongan tentara.<br />
Ah, anak-anak ini. Para pewaris negeri atas awan yang nasibnya masih tertutup kabut tebal.<br />
<div id="attachment_145" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://dim.tlogosari.net/wp-content/uploads/2009/01/lison-and-minus.jpg"><img src="http://dim.tlogosari.net/wp-content/uploads/2009/01/lison-and-minus-300x225.jpg" alt="Lison (kiri) dan Minus (kanan)" title="lison-and-minus" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-145" /></a><p class="wp-caption-text">Lison (kiri) dan Minus (kanan)</p></div></p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:like href="http://dimaz.web.id/old-memories/anak-anak-pewaris-negeri-atas-awan/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div><div class="al2fb_comments_plugin"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:comments num_posts="2" width="450" colorscheme="light" href="http://dimaz.web.id/old-memories/anak-anak-pewaris-negeri-atas-awan/"></fb:comments></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaz.web.id/old-memories/anak-anak-pewaris-negeri-atas-awan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

