Category Archives for Politik

Dirgahayu Indonesiaku di 65

Tujuh Belas Agustus 2010, Indonesia merayakan kemerdekaannya. Jayalah Indonesia!
Continue Reading »

Bang One Pembohong atau Bang One Gila, Hilang dari Peredaran

Barangkali menyadari kesalahannya atau mendapat teguran, video kasar yang mengata-ngatai orang pajak (lihat di sini) yang dipublikasikan kemarin, sudah hilang dari peredaran, alias dihapus dari web videonya Tipi Siji. Sepertinya video ini ditarik tadi siang. Mungkin tidak banyak yang sadar akan hal ini, tapi karena aku kebetulan menempelkan videonya ke blogku ini, aku jadi sadar ketika video tersebut hilang dan tidak bisa diputar lagi.

Kalau dilihat dari komentarnya sih memang semuanya menuding Tipi Siji tidak menyajikan data yang benar, hanya fitnah belaka tanpa dilandasi dengan fakta-fakta di lapangan, dan dengan kejam menggeneralisasi orang pajak sama dengan Gayus atau para mafia pajak. TV ONE sebagai media tidak mampu mengabarkan kebenaran, dan (sudah menjadi rahasia umum) terus saja berusaha menjatuhkan pihak tertentu yang ditengarai memiliki muatan politis, atau setidaknya jadi penglaris mengingat saat ini sedang tren berita-berita mafia pajak yang melawan hukum.

Haruskah kita memboikot TV ONE? Tidak sekali ini tivi bau kencur ini mencurangi informasi. Masih segar di ingatan kita kejadian makelar kasus palsu yang disajikan di Apa Kabar Indonesia. Belum lagi beberapa sorotan tidak berimbang lainnya, yang menimpakan kesalahan hanya pada pihak tertentu, tanpa setidaknya berusaha membawa kebenaran pada rakyat Indonesia pengkonsumsi berita.

Siapa yang bertanggungjawab terhadap masalah ini? Akankah diusut?

Bang One PEMBOHONG, atau Bang One GILA..!!

Dapat link dari teman, isinya TVOne mengolok-olok (lagi-lagi) orang pajak.

Sumber: video tvone
Ini skripnya:

Bapak PEGAWAI PAJAK..??
Masak RUMAH REYOT begini..??
Ke kantor NAIK MOTOR..??
NGGAK PUNYA mobil, apartemen..??
PERHIASAN juga TIDAK..??
TABUNGAN cuma PULUHAN JUTA..??
KESIMPULAN ku cuma DUA..!!
Kamu PEMBOHONG..!! Atau kamu GILA..!!

Ketika seseorang bersalah, pantaskah menyalahkan kolega-koleganya? Toh para koleganya belum tentu bersalah. Di mana asas keadilan yang dulu katanya innocence until proven guilty? Asas praduga tak persalah, ke manakah dirimu? Halo?
Sungguh menyedihkan melihat pers yang katanya intelek itu justru memancing di air keruh. Oh, bukankah para intelek memang kerjaannya nyari kesempatan dalam kesempitan yah…

Pers sekarang memang kurangajar. Tidak semua memang, tapi ada. Mereka pikir punya kebebasan yang dilindungi undang-undang pers yang mereka dewa-dewakan itu. Ini bukan kebebasan, tapi kebablasan! Oh come on, dewasalah sedikit saja. Anda menstigmakan semua orang pajak itu seperti Gayus: mata duitan, jahat, dan pantas dijahati.

Gimana kalau posisinya dibalik, Anda yang dikata-katai seperti judul di atas, gimana rasanya? Enak? Mantep?

Habis Manis Sepah Dibuang. Manis Lagi, Dikunyah Lagi

susno duadji

Lucu, dan ini benar-benar terjadi.

Aku masih ingat dengan jelas perkara cicak-buaya tak sampai setahun yang lalu. Ketika itu Susno Duadji jadi pesakitan, yang akhirnya harus dicopot dari jabatannya sebagai kabareskrim mabes polri.
Lha, sangking terkenalnya, fesbuker yang terkenal suka nonton inpotenmen dan latah itu kan kalo nggak salah bikin grup cicak versus buaya -dengan tentu saja banyak dibumbui makian pada Susno-. Cicak itu grup dukung KPK, sedang buaya itu diasosiasikan ke polisi. KPK versus polisi, cicak versus buaya, konflik itu dimulai oleh pernyataan Susno. Ya, Susno waktu itu sempat jadi public enemy number one.

Sekarang kok kebalik. Tuh ada lagi grup sejuta umat dukung susno jadi presiden. My my my… latah akut parah!
Mbok ya nyadar, sampeyan itu dulunya sukak ngece Susno, nyumpah nyerapah di mana-mana. Sekarang kok ndukung pakek kata-kata pujian lagi. Nggak salah sih, tapi muna. Kayak idu yang dijilat lagi. Kayak sepah yang dibuang terus dikunyah lagi. Kayak sampah yang didaur ulang, lho eh salah.
Nek nggak tau mending diem deh, daripada nanti sampeyan saya unekke muna lagi lho.
cicak versus buaya

Yo wislah, saya mau mandi terus kerja di kantor Gayus biar dapat gaji 12 juta sebulan. Duabelas juta sebulan gundulmu!

(sorry for being cynical)