Category Archives for Brainstorming

State Dog

Kalau Anda penggemar film anime Fullmetal Alchemist, Anda pasti pernah mendengar istilah military dog. Military dog adalah istilah yang disematkan pada para alkemis kenegaraan, yaitu ahli alkimia yang bekerja untuk militer. Para alkemis sejatinya adalah ilmuwan, namun pada kasus alkemis kenegaraan ini, kemampuan unik mereka digunakan untuk berperang, maka jadilah mereka pasukan elit yang tak terkalahkan.
Continue Reading »

Abuse Of Power

Beberapa hari belakangan kata-kata abuse of power ini terus terngiang di kepalaku.
Continue Reading »

Incoming search terms for the article:

Antara Kantor Pajak dan Mega Kuningan

Kantor pajak, belakangan ini jadi topik favorit industri media. Entah itu dikaitkan dengan salah satu anak emasnya, Gayus Tambunan, atau yang baru-baru ini mencuat kembali, perseteruannya dengan PT KPC, maupun acara bantah-bantahannya dengan DPR. Pokoknya kalau lewat gedung yang kalau malam bak istana bermahkota cahaya biru itu, orang mesti menengok barang sebentar.
Mega Kuningan, tentu saja tak pernah hilang dari ingatan kita bahwa daerah ini nyaris selalu jadi target utama teroris yang suka ngebom itu. JW Marriott dan Ritz Carlton adalah 2 hotel mewah yang nongkrong di daerah ini, selain banyak gedung pencakar langit mewah lainnya.

Kedua daerah di atas, kantor pajak dan mega kuningan, adalah daerah yang mewah. Amat mewah. Namun di antaranya ada sebuah daerah yang terlupakan.
Tepat di belakang Menara Global, terus ke belakang sebelum mencapai mega kuningan, adalah rumah-rumah sederhana. Memang ada beberapa rumah mewah, tapi itu untuk disewakan. Kita bisa dengan mudah membedakan mana rumah penduduk dan mana rumah yang bukan. Sedikit masuk ke dalam, itulah wilayah kosku.
Continue Reading »

Fuzzy-isme

[butuh 10 menit bagiku mengingat kata ini, fuzzy, yang pernah jadi matakuliah di kampus. sigh, pengaruh umur barangkali :D ]

Fuzzy, logika fuzzy, sering disebut juga dengan logika samar. Kenapa samar? Karena pada umumnya logika pada komputer itu hanya 0 atau 1, true atau false, benar atau salah. Sedangkan pada fuzzy, kita bisa memasukkan nilai di antara 0 dan 1, di antara true dan false, di antara benar dan salah. Setengah salah setengah benar, samar, tidak persis. Waktu itu Pak Anif dosenku mencontohkan logika fuzzy bisa diterapkan untuk menentukan tingkat kekotoran air bekas cucian baju dalam mesin cuci.
Continue Reading »

Incoming search terms for the article:

Rajam

Kemarin kebetulan aku membaca sebuah artikel di kompas.com, judulnya torture porn controversy.
Inti ceritanya adalah tentang film The Stoning of Soraya M. Stoning di sini artinya perajaman, hukuman dilempari batu sampai mati. Tragis, film ini diangkat dari cerita nyata di Iran sana, dengan tokohnya bernama Soraya Manutchehri. Ia mati dirajam tahun 1986 atas tuduhan perzinahan.
Continue Reading »

Menimbang Renumerasi Kementerian Keuangan

[dimaz.web.id]
Renumerasi, satu hari ini jadi trending topic di kantorku. Alasannya, DPR akan merekomendasikan dihapuskannya renumerasi di kementerian keuangan karena dianggap suatu kegagalan, dianggap korupsi masih saja terjadi walaupun reformasi plus renumerasi telah diberlakukan.
Jadi, mungkin renumerasi diluncurkan agar orang tidak korupsi. Begitu?
Continue Reading »

Selamat Hari Kartini

Selamat hari Kartini, 21 April.

Hari Kartini biasa diidentikkan dengan gerakan emansipasi wanita. Sejak SD aku diajar bahwa dahulu wanita dijajah pria, bla bla bla, dan seorang tokoh wanita mencetuskan gerakan emansipasi bagi wanita Indonesia agar punya kedudukan yang setara dengan pria. Dialah Kartini.

Emansipasi. Kata yang dulu kuanggap 100% murni baik, sekarang-sekarang ini kembali kupertanyakan. Ini maksudnya setara dalam kapasitas apa? Sebuah artikel opini di kompas tertulis begini.

Menurut Septiana, Hari Kartini merupakan saat dimulainya kesadaran bahwa seorang perempuan tidak hanya cuma berdiam diri saja dan berserah pada keadaan. Berkat perjuangan Kartini, kini perempuan banyak yang mengenyam pendidikan setara dengan pria.

Selain itu, perempuan juga banyak yang bekerja. “Ada emansipasi, wanita lebih banyak bekerja, modern, independen. Nggak zaman dijajah pria lagi. Zamannya menjajah pria,” tuturnya sambil tertawa.

Dia mengaku terakhir merayakan Hari Kartini saat masih duduk di bangku SD. Saat itu, dia harus berdandan rapi mengenakan pakaian daerah saat berangkat sekolah. Kendati repot, dia mengaku bagga bisa mengenakan pakaian daerah. “Ribet kan ya. Tetapi saya bangga,” ujarnya.

Deri (19), mahasiswi Atmajaya mengatakan hal yang sama. Menurutya, Hari Kartini dimaknai sebagai kebebasan kaum wanita dari pria. “Kita nggak harus di dapur lagi. Sekarang bebas kerja,” kata Deri.

Tentang kesetaraan hak dan kewajiban oke, termasuk di dalamnya hak mengenyam pendidikan. Tapi menurutku masih ada hal-hal yang debatable. “Kita nggak harus di dapur lagi. Sekarang bebas kerja“. Lho, memangnya di dapur itu sebuah perendahan harga diri wanita? Atau para wanita saja yang terlalu sensi pada pekerjaan berkotor-kotor di dapur? Ataukah segala pekerjaan tanpa menonjolkan diri adalah rendah?
Lalu bagaimana dengan mengurus anak kalau semua wanita bekerja? Ini yang masih belum dapat kupecahkan. Bagaimana mungkin seorang anak tumbuh hanya diasuh oleh baby sitter? Okelah barangkali si ibu masih menemaninya bermain barang satu dua jam. Tapi apa itu cukup? Mengingat bahwa masa kecil anak tak dapat diulang, terjadi sekali seumur hidup, dan merupakan waktu-waktu krusial bagi si anak dalam menapak masa depannya, ke mana si ibu? Apakah demi harta atau kehormatan lantas mengorbankan anak?

Segala hal yang ingin kita capai selalu menuntut pengorbanan, itu adalah hukum ekual, atau equal trade yang berlaku universal. Lantas apa yang akan kau korbankan demi “sejajar” dengan pria, wahai wanita?

Habis Manis Sepah Dibuang. Manis Lagi, Dikunyah Lagi

susno duadji

Lucu, dan ini benar-benar terjadi.

Aku masih ingat dengan jelas perkara cicak-buaya tak sampai setahun yang lalu. Ketika itu Susno Duadji jadi pesakitan, yang akhirnya harus dicopot dari jabatannya sebagai kabareskrim mabes polri.
Lha, sangking terkenalnya, fesbuker yang terkenal suka nonton inpotenmen dan latah itu kan kalo nggak salah bikin grup cicak versus buaya -dengan tentu saja banyak dibumbui makian pada Susno-. Cicak itu grup dukung KPK, sedang buaya itu diasosiasikan ke polisi. KPK versus polisi, cicak versus buaya, konflik itu dimulai oleh pernyataan Susno. Ya, Susno waktu itu sempat jadi public enemy number one.

Sekarang kok kebalik. Tuh ada lagi grup sejuta umat dukung susno jadi presiden. My my my… latah akut parah!
Mbok ya nyadar, sampeyan itu dulunya sukak ngece Susno, nyumpah nyerapah di mana-mana. Sekarang kok ndukung pakek kata-kata pujian lagi. Nggak salah sih, tapi muna. Kayak idu yang dijilat lagi. Kayak sepah yang dibuang terus dikunyah lagi. Kayak sampah yang didaur ulang, lho eh salah.
Nek nggak tau mending diem deh, daripada nanti sampeyan saya unekke muna lagi lho.
cicak versus buaya

Yo wislah, saya mau mandi terus kerja di kantor Gayus biar dapat gaji 12 juta sebulan. Duabelas juta sebulan gundulmu!

(sorry for being cynical)

Aku Tak Ingin Menjadi Insan Biasa

Aku tidak memilih menjadi insan biasa

Adalah sepenggal puisi yang pertama kali kudengar di SMP tahun kedua, dan masih mengendap di otak hingga kini. Bruder Dwi, kalau tidak salah, beliau yang menyuruh kami membacanya keras-keras, diulang, dan diulang hingga kami muridnya meresapi betul tiap kalimat yang kami ucapkan.
Ternyata cara ini ampuh juga.

Ketika ideku mandek, seperti sekarang ini, kalimat yang kublok di atas kembali terngiang di otakku. Dan setelah googling sebentar, ketemulah puisi lengkapnya, kukopi dari sini.

Aku Tidak Memilih Menjadi INSAN BIASA

Aku tidak memilih menjadi insan biasa
Memang hakku untuk menjadi luar biasa
Aku mencari kesempatan, bukan perlindungan.
Aku tidak ingin menjadi warga yang terkungkung
Rendah diri dan terpedaya karena dilindungi pihak berkuasa
Aku siap menghadapi resiko terencana
Berangan-angan dan membina
Untuk gagal dan sukses
Aku menolak menukar insentif dengan derma
Aku memilih tantangan hidup daripada derma
Aku memilih tantangan hidup daripada kehidupan yang terjamin,
Kenikmatan mencapai sesuatu, bukan utopia yang basi.
Aku tidak akan menjual kebebasanku,
Tidak juga kemuliaanku untuk mendapatkan derma
Aku tidak akan merendahkan diri
Pada sembarang atasan dan ancaman.
Sudah menjadi warisanku untuk berdiri tegak, megah dan berani
Untuk berpikir dan bertindak untuk diri sendiri
Untuk meraih segala keuntungan hasil kerja sendiri
Dan untuk menghadapi dunia dengan berani dan berkata:
“Ini telah kulakukan!”
segalanya ini memberikan makna seorang insan.

by Den Alfange

Hidup ini cuma sekali, percuma kalo ngerjain sesuatu setengah-setengah. Begitu ucapan atasanku sekali waktu. Kalau di satu bidang usaha udah penuh, pindah ke bidang lain yang lebih sepi. Gak papa belajar dari nol, tapi harus jadi nomor satu, ucap beliau di lain kesempatan.

Yah, tampaknya aku masih harus merenungi intisari kehidupan.

Menengok Perilaku Pengguna Internet Awam Indonesia

Jam 5 pagi, tampaknya aku bangun kepagian. Langsung memonitor tlogosari.net yang dalam tahap maintenance, aku tercengang dengan lambatnya akses ke halaman utama karena situs penyedia iklan yang kupasang ternyata sedang down. Olala.
Tengok fesbuk ada inbox masuk dari kawan lama tentang reuni SMA yang sebentar lagi akan digelar, ideku terus berjalan menuju Google insight yang masih memajang facebook di peringkat satu keyword yang paling dicari di seantero tanah air.

Maseko.com
ternyata mampu menempatkan salah satu tautan tentang facebook, yakni di sini. Ada 160 response yang ditulis pengunjung di laman ini. Wow!
Tapi aku sedikit tersenyum ketika membaca response-response yang ditulis, dari atas memang bagus, tetapi yang di bawah-bawah kacau!
Continue Reading »

Incoming search terms for the article: