<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog of Dimaz &#187; Brainstorming</title>
	<atom:link href="http://dimaz.web.id/category/side-stories/brainstorming/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dimaz.web.id</link>
	<description>The story of my mind</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 May 2012 23:56:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Karaoke dan Computer Audio Manipulation</title>
		<link>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/karaoke-dan-computer-audio-manipulation/</link>
		<comments>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/karaoke-dan-computer-audio-manipulation/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2011 23:27:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[audacity]]></category>
		<category><![CDATA[audio manipulation]]></category>
		<category><![CDATA[karaoke]]></category>
		<category><![CDATA[vocal removal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaz.web.id/?p=1832</guid>
		<description><![CDATA[Sewaktu ada di tempat karaoke kemarin, aku menemukan hal yang menarik, terkait dengan sistem yang mereka gunakan. Pemutar lagu merupakan core system mereka, dan sudah lama aku penasaran, bagaimana cara mereka menghilangkan suara vokalis pada lagu-lagu karaoke mereka. Semula aku mengira bahwa file-file audio karaoke adalah file-file khusus yang jalur suara vokalis dan suara band [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sewaktu ada di tempat karaoke kemarin, aku menemukan hal yang menarik, terkait dengan sistem yang mereka gunakan. Pemutar lagu merupakan core system mereka, dan sudah lama aku penasaran, bagaimana cara mereka menghilangkan suara vokalis pada lagu-lagu karaoke mereka.<br />
<span id="more-1832"></span><br />
Semula aku mengira bahwa file-file audio karaoke adalah file-file khusus yang jalur suara vokalis dan suara band terpisah. Sewaktu kecil aku tahu bahwa ada cakram audio yang memang khusus dipakai untuk berkaraoke, yang setidaknya berharga lebih tinggi daripada cakram audio biasa, yang bisa kita matikan suara vokalisnya. Tetapi dari yang kuamati selama 2 jam mendengarkan lagu-lagu karaoke, terutama lagu-lagu yang sangat kukenal betul detail suara tiap-tiap instrumennya, tampak ada yang berubah.</p>
<p>Aku tidak banyak menemukan sumber informasi mengenai teknis file karaoke ini, tetapi secara prinsip dapat kita baca dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Karaoke" title="karaoke" target="_blank">wikipedia</a>. Untuk menghilangkan suara vokal, kita dapat menggunakan software, salah satunya Audacity (<a href="http://digitrics.blogspot.com/2008/07/karaoke-songs-creating-karaoke-songs.html" title="membuat lagu karaoke" target="_blank">sumber</a>) yang sepertinya melakukan penyaringan terhadap channel suara dengan metode inversi. Hasil dari operasi tersebut tidak selalu berhasil karena banyak faktor (<a href="http://wiki.audacityteam.org/index.php?title=Vocal_Removal" title="audacity - vocal removal" target="_blank">rujukan</a>), termasuk kemungkinan hilangnya beberapa suara instrumen.</p>
<p><img src="http://2.bp.blogspot.com/_AqNE-ZAqTxQ/TN_eTUO4mwI/AAAAAAAAAC4/tfy06E7MPJI/s1600/Karaoke.jpg" alt="karaoke" /></p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:like href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/karaoke-dan-computer-audio-manipulation/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div><div class="al2fb_comments_plugin"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:comments num_posts="2" width="450" colorscheme="light" href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/karaoke-dan-computer-audio-manipulation/"></fb:comments></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/karaoke-dan-computer-audio-manipulation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kabut Asap di Jakarta : Inikah Warisan Kita?</title>
		<link>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/kabut-asap-di-jakarta-inikah-warisan-kita/</link>
		<comments>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/kabut-asap-di-jakarta-inikah-warisan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 22:10:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaz.web.id/?p=1739</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang yang melakukan perjalanan dengan lambat mungkin memperhatikan, bahwa pagi hari di Jakarta sering dihiasi dengan kabut seperti halnya pagi di kota-kota dataran tinggi. Namun masalahnya, Jakarta merupakan kota dataran rendah yang terletak di tepi laut, jadi amat mustahil kalau kabut ini disebabkan oleh dinginnya suhu. Mustahil, sebab hawa di sini cukup panas! Anda yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang-orang yang melakukan perjalanan dengan lambat mungkin memperhatikan, bahwa pagi hari di Jakarta sering dihiasi dengan kabut seperti halnya pagi di kota-kota dataran tinggi. Namun masalahnya, Jakarta merupakan kota dataran rendah yang terletak di tepi laut, jadi amat mustahil kalau kabut ini disebabkan oleh dinginnya suhu. Mustahil, sebab hawa di sini cukup panas!<br />
<span id="more-1739"></span><br />
Anda yang tinggal atau berkantor di gedung bertingkat akan dapat lebih memperhatikan kalau ternyata kabutnya sangat tebal. Sayang sekali, kabut itu sepertinya berasal dari asap sisa-sisa pembakaran mesin. Kita tahu bahwa Jakarta dipenuhi kendaraan yang memadati seluruh jalan yang ada, mulai jalan tol, jalan arteri, bahkan jalan-jalan kampung pun sudah sangat ramai oleh kendaraan yang berusaha menyusuri jalur alternatif demi menghindari kemacetan di jalur utama.</p>
<p>Benar, setiap orang berhak membeli kendaraan bermotor dan memakainya di jalanan, namun dengan tingkat polusi udara yang sedemikian parah, bagaimana dengan nasib anak cucu kita? Bayangkan apabila kendaraan bermotor semakin meningkat hari demi hari, tentu kabut asap akan semakin tebal. Aku jadi membayangkan kalau orang-orang Jakarta di masa depan akan menggunakan masker dan tabung oksigen ke manapun mereka harus bepergian, sebab udara sudah tidak menyehatkan!<br />
Tidak seharusnya kita mementingkan diri sendiri, dan akan sangat menyedihkan bila kita mewariskan bumi dalam keadaan makin rusak kepada generasi berikutnya.</p>
<p><img src="http://images.reggyy.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SG2kzgoKCq8AAHUnTJo1/Kabut%20Jakarta.jpg?et=29%2CyysIeZO%2BBBAJvKW6taw&#038;nmid=0" alt="kabut asap" /><br />
(gambar diambil dari <a href="http://reggyy.multiply.com/journal">sini</a>)</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/kabut-asap-di-jakarta-inikah-warisan-kita/" title="masa depan jakarta">masa depan jakarta</a> (2)</li></ul><div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:like href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/kabut-asap-di-jakarta-inikah-warisan-kita/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div><div class="al2fb_comments_plugin"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:comments num_posts="2" width="450" colorscheme="light" href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/kabut-asap-di-jakarta-inikah-warisan-kita/"></fb:comments></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/kabut-asap-di-jakarta-inikah-warisan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlukah Cuti Bersama?</title>
		<link>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/perlukah-cuti-bersama/</link>
		<comments>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/perlukah-cuti-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 02:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[cuti bersama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaz.web.id/?p=1696</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah cuplikan artikel tentang cuti bersama dari wikipedia Cuti bersama (or the “joint holiday”) is a recently-introduced public holiday in Indonesia. Cuti bersama was introduced by the Indonesian government as a means of stimulating tourism within the country and increasing the efficiency of public servants. The holiday is counted in public servants&#8217; overall [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah cuplikan artikel tentang cuti bersama dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cuti_bersama">wikipedia</a></p>
<blockquote><p>Cuti bersama (or the “joint holiday”) is a recently-introduced public holiday in Indonesia. Cuti bersama was introduced by the Indonesian government as a means of stimulating tourism within the country and increasing the efficiency of public servants. The holiday is counted in public servants&#8217; overall leave. Most private companies and businesses follow suit by adjusting employees&#8217; annual leave in line with government policy. During major religious holidays such as <em>Eid-al-Fitr</em> (Idul Fitri or Lebaran at the end of the Ramadan fasting month) the joint-holiday can span an entire working week.</p></blockquote>
<p>Pada awalnya, cuti bersama diperkenalkan untuk memajukan turisme di Indonesia. Cuti bersama ada kalau tidak salah sejak jaman pemerintahan Megawati, dimulai dari 1 hari cuti bersama Idul Fitri dan 1 hari cuti bersama Natal. Biasanya cuti bersama telah ditentukan sebelum tahun yang bersangkutan dimulai. Tetapi pada hari Jumat, 13 Mei 2011, sejarah mencatat bahwa cuti bersama ternyata bisa diadakan sewaktu-waktu. Aku ingat betul, pengumuman cuti bersama ini keluar pada pukul 16.30 di suratkabar elektronik. Maka dengan kecepatan teknologi, berita ini segera menyebar di kalangan melek teknologi hanya dalam waktu 30 menit.<br />
<span id="more-1696"></span></p>
<p>Masih perlukah cuti bersama? Cuti bersama menyebabkan orang memiliki waktu luang berlebih, yang bagi sebagian besar perantau pasti memilih pulang ke tempat asal. Bayangkan hal ini terjadi di Jakarta yang sebagian besar diisi perantau. Jalanan akan jadi sangat macet, penuh sesak dengan kendaraan pribadi dan kendaraan umum keluar Jakarta. Anda pasti ingat bahwa setiap tahun ada yang namanya &#8220;arus mudik&#8221; dan &#8220;arus balik&#8221;, di mana salah satu beritanya adalah kecelakaan lalu lintas. Seingatku tidak ada pesta mudik tanpa kecelakaan lalu lintas. Memang pemerintah selalu mengevaluasi keadaan jalan dan berusaha memperbaikinya. Namun, bukankah lebih mudah dengan cara menghilangkan cuti bersama? Toh setiap pegawai bisa mengelola jatah cutinya sendiri-sendiri. Dalam cuti bersama pasti ada 3 pihak yang bersepakat, yakni Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja, dan Menteri PAN. Permasalahannya, Pak Menteri Agama, apakah orang non Muslim harus ikut merayakan Lebaran dan orang non Kristiani harus ikut merayakan Natal? Nonsense!<br />
Kalau kupikir-pikir, kebijakan cuti bersama tidak ada hubungannya dengan agama, tetapi lebih pada kepentingan komersial belaka, sama seperti artikel pada wikipedia. Dengan tidak adanya cuti bersama, otomatis jumlah orang yang akan mengikuti &#8220;arus mudik&#8221; dan &#8220;arus balik&#8221; akan terpotong setidaknya sepersepuluhnya, atau mungkin juga orang enggan mudik sehingga angka kecelakaan fatal bisa ditekan.</p>
<p>Mungkin pemerintah berpikir bahwa cuti bersama akan menghormati umat Budha yang merayakan hari Waisak, dan memberikan kesetaraan dengan umat agama lain. Tapi, dengan alasan seperti yang sudah kutulis di atas, bukankah umat Budha bisa mengajukan cuti sesuai kepentingannya masing-masing? Lihatlah, sisa manusia yang tidak merayakan Waisak berdesak-desakan memenuhi jalanan! (dan manusia tanpa rencana sepertiku tak tahu harus berbuat apa)</p>
<p>Baiklah barangkali pemerintah memiliki agenda tersendiri terhadap komersialisasi tempat-tempat wisata. Tapi mungkin mereka lupa bahwa Indonesia ini sangat luas sampai-sampai memiliki 3 zona waktu yang berbeda dan tidak ingat kalau mereka mengumumkan berita sepenting itu pukul 16.30 artinya PNS nun jauh di sana menerima berta ini pukul 18.30, artinya kantor sudah bubar! Mungkin juga pemerintah lupa bahwa Indonesia ini pembangunannya tidak merata dan masih ada daerah-daerah tanpa saluran listrik, sehingga siaran berita di televisi tidak ada artinya untuk mereka, bahkan koran yang mereka terima terlambat 1 hari dari tanggal penerbitan!</p>
<p>Nice and sweet!</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:like href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/perlukah-cuti-bersama/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div><div class="al2fb_comments_plugin"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:comments num_posts="2" width="450" colorscheme="light" href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/perlukah-cuti-bersama/"></fb:comments></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/perlukah-cuti-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penegak Hukum, Pembela Kebenaran, dan Pembela Yang Lemah</title>
		<link>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/penegak-hukum-pembela-kebenaran-dan-pembela-yang-lemah/</link>
		<comments>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/penegak-hukum-pembela-kebenaran-dan-pembela-yang-lemah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 22:31:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[pembela kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[penegak hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaz.web.id/?p=1688</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang yang seangkatan denganku pasti memiliki memori ingatan pada Power Rangers, Ksatria Baja Hitam, dan kawan-kawan. Dalam film-film anak-anak yang diputar di jaman kami dulu, kawan dan lawan dapat dibedakan dengan amat jelas. Cetho melo-melo. Yang namanya Rita itu musuhnya Power Rangers. Yang namanya Gorgom itu selalu jahat dan sudah jadi tugas Ksatria Baja Hitam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang-orang yang seangkatan denganku pasti memiliki memori ingatan pada Power Rangers, Ksatria Baja Hitam, dan kawan-kawan. Dalam film-film anak-anak yang diputar di jaman kami dulu, kawan dan lawan dapat dibedakan dengan amat jelas. <em>Cetho melo-melo</em>. Yang namanya Rita itu musuhnya Power Rangers. Yang namanya Gorgom itu selalu jahat dan sudah jadi tugas Ksatria Baja Hitam untuk melawannya. Dan orang-orang macam Power Rangers dan Ksatria Baja Hitam ini, dulu, kalau nggak salah dijuluki pembela kebenaran.<br />
<span id="more-1688"></span></p>
<p><img src="http://img.perezhilton.com/wp-content/uploads/2010/05/powerrangers__oPt.jpg" alt="power rangers" /><br />
Kurasa kalau masih ada Power Rangers hidup di dunia nyata, mereka mungkin tak lagi bertempur dengan nyaman, karena bisa jadi setelah memukul musuh, si musuh akan mengajukan gugatan ke pengadilan karena perbuatan tidak menyenangkan, pemukulan, atau bahkan percobaan pembunuhan. Belum lagi gugatan kalau mereka merusak fasilitas umum dan properti pribadi (karena mereka kadang bertarung di tengah kota) Baiklah itu diserahkan pada pengacara.<br />
Sekarang kita tahu kalau hukum telah mengikat Power Rangers (dan Rita juga) sehingga sulit berbuat macam-macam. Sekarang kita jadi penegak hukum sajalah. Tapi penegak hukum juga sama pusingnya, sebab kejahatan dan kebaikan tak berwarna hitam-putih lagi. Ada banyak area samar, ada pula konflik kepentingan. Antara yang baik dan yang jahat seakan bercampur jadi satu, dan tak mungkin lagi dilihat dengan jelas. Bahkan konon hukum bisa ditafsirkan dengan seribu makna.</p>
<p><img src="http://thefwoosh.com/wp-content/uploads/2010/09/rita.jpg" alt="rita" /></p>
<p>Ketika hukum secara absolut harus ditegakkan tanpa pandang bulu, ada pula kasus-kasus macam pencurian 3 buah kakao oleh seorang nenek yang kemudian diajukan ke pengadilan. Atau kasus-kasus perusahaan fiktif yang merugikan negara, sedang pemiliknya diatasnamakan kepada orang pengangguran dari antah berantah, bukti-bukti menyatakan mereka inilah yang bersalah, padahal mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Ketika hukum harus ditegakkan, maka mereka harus dijatuhi hukuman.</p>
<p>Mereka ini orang lemah, maka kita beralih pada pembela yang lemah. Ah&#8230;. aku tak punya figur pembela yang lemah, bahkan dalam film masa kecil dulu&#8230;.</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/penegak-hukum-pembela-kebenaran-dan-pembela-yang-lemah/" title="satria baja hitam">satria baja hitam</a> (25)</li><li><a href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/penegak-hukum-pembela-kebenaran-dan-pembela-yang-lemah/" title="baja hitam">baja hitam</a> (6)</li><li><a href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/penegak-hukum-pembela-kebenaran-dan-pembela-yang-lemah/" title="orang kebenaran">orang kebenaran</a> (4)</li><li><a href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/penegak-hukum-pembela-kebenaran-dan-pembela-yang-lemah/" title="ksatria baja hitam">ksatria baja hitam</a> (3)</li><li><a href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/penegak-hukum-pembela-kebenaran-dan-pembela-yang-lemah/" title="gambar satria baja hitam">gambar satria baja hitam</a> (2)</li><li><a href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/penegak-hukum-pembela-kebenaran-dan-pembela-yang-lemah/" title="foto satria bajahitam">foto satria bajahitam</a> (1)</li><li><a href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/penegak-hukum-pembela-kebenaran-dan-pembela-yang-lemah/" title="gorgom satria baja hitam">gorgom satria baja hitam</a> (1)</li><li><a href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/penegak-hukum-pembela-kebenaran-dan-pembela-yang-lemah/" title="image satria baja hitam">image satria baja hitam</a> (1)</li></ul><div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:like href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/penegak-hukum-pembela-kebenaran-dan-pembela-yang-lemah/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div><div class="al2fb_comments_plugin"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:comments num_posts="2" width="450" colorscheme="light" href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/penegak-hukum-pembela-kebenaran-dan-pembela-yang-lemah/"></fb:comments></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/penegak-hukum-pembela-kebenaran-dan-pembela-yang-lemah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dengar dan Rasakan</title>
		<link>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/dengar-dan-rasakan/</link>
		<comments>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/dengar-dan-rasakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2010 14:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[audio]]></category>
		<category><![CDATA[motivasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaz.web.id/?p=1491</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu sahabatku mengirim beberapa file audio yang berisi cerita-cerita motivasional. Aku banyak belajar dari cerita-cerita ini. File-nya sudah diolah supaya bisa ditampilkan online, dan Anda bisa menikmatinya dari radio.blog di bawah ini. Apabila Anda mengalami masalah dalam memainkannya, silakan hilangkan centang opsi &#8220;crossfader&#8221; yang ada di kanan bawah, dan tunggu beberapa saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu sahabatku mengirim beberapa file audio yang berisi cerita-cerita motivasional. Aku banyak belajar dari cerita-cerita ini.<br />
File-nya sudah diolah supaya bisa ditampilkan online, dan Anda bisa menikmatinya dari radio.blog di bawah ini. Apabila Anda mengalami masalah dalam memainkannya, silakan hilangkan centang opsi &#8220;crossfader&#8221; yang ada di kanan bawah, dan tunggu beberapa saat hingga loading selesai.<br />
Radio.blog dapat dimainkan di laman ini atau di <a href="http://dimaz.web.id/audio/">halaman audio</a>.</p>
<p>Big thanks to E.P.H, ditunggu kiriman berikutnya <img src='http://dimaz.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<span id="more-1491"></span></p>
<p><iframe src="/radio.blog/index.php" name="radio" scrolling="no" frameborder="0" width="420" height="320"></iframe></p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:like href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/dengar-dan-rasakan/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div><div class="al2fb_comments_plugin"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:comments num_posts="2" width="450" colorscheme="light" href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/dengar-dan-rasakan/"></fb:comments></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/dengar-dan-rasakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Right Man on The Right Place</title>
		<link>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/right-man-on-the-right-place/</link>
		<comments>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/right-man-on-the-right-place/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 13:51:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaz.web.id/?p=1401</guid>
		<description><![CDATA[Sejak lahir sampai sekarang, entah berapa kali aku sudah mendengar frase ini. Mungkin Anda juga. Tapi rupanya deretan kata ini masih punya makna yang tak lekang oleh waktu. Sebuah posisi harus diisi oleh orang yang benar untuk menghasilkan performa yang optimal. Rupanya ada 2 hal yang nyangkut di makna ini hari ini. Ada sebuah penyesalan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak lahir sampai sekarang, entah berapa kali aku sudah mendengar frase ini. Mungkin Anda juga. Tapi rupanya deretan kata ini masih punya makna yang tak lekang oleh waktu. Sebuah posisi harus diisi oleh orang yang benar untuk menghasilkan performa yang optimal. Rupanya ada 2 hal yang <em>nyangkut</em> di makna ini hari ini.<br />
<span id="more-1401"></span><br />
Ada sebuah penyesalan yang kurasakan waktu di kantor lama, ketika aku melihat seorang teman yang <a href="http://gaweanu.wordpress.com/">web programmer</a> itu dialihfungsikan ke tim support yang ngurusin aplikasi desktop yang nyata-nyata jauh dari skill yang dia punya. Walhasil, sejak awal hingga akhir masa kontrak kerja yang setahun itu dia sepertinya dianggap kurang <em>perform</em>. Cuma gara-gara kerjaan codingnya kurang ada reportingnya, dia dianggap bekerja tanpa hasil.<br />
Faktanya, dia sekarang punya jaringan kerja yang luas, sangat berkembang ilmunya yang berbasis <em>open-source</em> dan <em>web-based</em> itu, ditambah lagi pengalamannya menangani sistem informasi kelas serius. Bahwa ternyata dia juga seorang pujangga, siapa yang sangka?</p>
<p>Kedua. Pagi tadi seorang kolegaku secara tidak biasa sambil mengantarkan surat-surat dinas duduk di kursi sebelahku dan mulai bercerita.</p>
<blockquote><p>
Tadi malam ada film bagus. Filmnya sarat makna. Makna ini disiratkan di cerita tentang 2 polisi yang kerja di LAPD, mereka tergabung di pasukan SWAT-nya. Nah, 2 orang ini cerdas lah pokoknya. Tapi yang namanya aturan kan harus dijalankan, walau kenyataan di lapangan agak susah menerapkan. Nah, polisi yang 2 ini sebenarnya cerdas. Mereka berimprovisasi untuk meningkatkan performa dalam menangkap penjahat, tapi atasannya <em>nggak</em> suka dengan cara-cara mereka ini, yang terus membuat keputusan menurunkan pangkat mereka. Polisi yang satu memilih keluar, sedang yang satunya lagi dipindahkan ke bagian gudang.<br />
Rupanya ada perwira yang sedang membuat tim SWAT baru, dan si polisi yang dipindah ke gudang tadi ditarik ke tim SWAT yang baru dibentuk.<br />
Cerita berikutnya, tim ini berhasil membekuk penjahat internasional. Tapi si penjahat ini berkoar di depan televisi, siapapun yang berhasil membebaskan dia dari polisi akan mendapat hadiah sekian juta dolar. Maka dimulailah misi SWAT untuk memindahkan si penjahat ini dari ruang tahanan polisi ke penjara yang lebih ketat. Dan pada akhirnya si polisi gudang tadi harus berhadap-hadapan dengan mantan polisi temannya yang desersi tadi.<br />
Inti ceritanya, sebagus apapun potensi dan kemampuan seseorang, kadang tergantung juga pada atasannya.
</p></blockquote>
<p>Kalau kurasa-rasa, cerita ini mirip dengan apa yang dialami kolegaku ini. Sudah sekolah susah-susah, masuk ke kantor pusat, eh dipindah jadi sekretaris yang ngurus surat-surat. Karirnya seperti macet. Walaupun dia itu sekretaris direktur, yang kadang sibuk luar biasa, tapi siapapun dengan mudah menganggap remeh kerjaannya.</p>
<p>Cristiano Ronaldo. Pemain bola termahal saat ini. Apa jadinya kalau dulu dia memilih tinju sebagai tempat berkarir? Apakah dia akan jadi sehebat Pac Man, Oscar De La Hoya, atau Crisjon? Atau, gimana nasib para programmer Java kalau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/James_Gosling">James Gosling</a> dulu misalnya memilih berkarir sebagai bankir?</p>
<p>Moral dari postingan yang bertele-tele ini adalah, pilihlah pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan kesenangan dan kemampuan Anda. Di mana kemampuan terbaik Anda akan keluar, di situlah tempat Anda. Tapi bagi Anda yang masih terjebak dalam situasi yang stagnan, jangan menyerah. Untuk keadaan yang seperti ini aku yakin masih ada peluang untuk maju kalau kita berusaha lebih keras.<br />
Gimana kalau ada yang belum tahu kesenangan dan kemampuannya? Bertapa aja dulu <img src='http://dimaz.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:like href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/right-man-on-the-right-place/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div><div class="al2fb_comments_plugin"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:comments num_posts="2" width="450" colorscheme="light" href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/right-man-on-the-right-place/"></fb:comments></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/right-man-on-the-right-place/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perang?</title>
		<link>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/perang/</link>
		<comments>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/perang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 03:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaz.web.id/?p=1366</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa peristiwa yang melibatkan Indonesia dan Malaysia berujung pada tumbuhnya kebencian pada Malaysia. Rakyat Indonesia rupanya ingin perang melawan Malaysia. Dengan mengingat kembali masa lampau, Soekarno dan gerakan ganyang malaysia-nya, banyak sekali yang menginginkan peperangan dikobarkan. SBY justru ingin damai. Perang. Sejarah terkelam umat manusia. Aku heran, betul-betul heran. Apa sih nikmatnya membunuh? Perang tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa peristiwa yang melibatkan Indonesia dan Malaysia berujung pada tumbuhnya kebencian pada Malaysia. Rakyat Indonesia rupanya ingin perang melawan Malaysia. Dengan mengingat kembali masa lampau, Soekarno dan gerakan ganyang malaysia-nya, banyak sekali yang menginginkan peperangan dikobarkan.<br />
SBY justru ingin damai.<br />
<span id="more-1366"></span><br />
Perang. Sejarah terkelam umat manusia. Aku heran, betul-betul heran. Apa sih nikmatnya membunuh?<br />
<img src="http://scrapetv.com/News/News%20Pages/usa/images-3/nick-ut-kim-phuc-vietnam-war.jpg" alt="perang" /><br />
Perang tentu saja akan membawa kehancuran kedua belah pihak. Kalah jadi abu, menang jadi arang, artinya tidak ada yang menang dalam peperangan. Dari film The Pacific aku mendapat gambaran yang jelas tentang dampak dari perang.<br />
John Basilone, pahlawan Amerika dalam perang di Guadalcanal, dianugerahi bintang tertinggi yang bisa diperoleh seorang tentara. Kembali ke medan perang dan mati di Iwo Jima. Pertanyaannya, dia dapat apa?<br />
Lena Basilone, tentara wanita yang diperistri John Basilone. Hanya 7 bulan menikah, ia ditinggal mati suaminya dan menjanda seumur hidupnya. Pertanyaannya, dia dapat apa dari perang?<br />
Eugene &#8220;Sledgehammer&#8221; Sledge, kembali dari medan perang dan harus mengalami mimpi buruk seumur hidupnya. Kebaikan apa yang dia dapatkan dari perang?</p>
<p>Barangkali generasi kita memang tak mengenal langsung dampak perang. Generasi kita sepertinya telah malas belajar sejarah. Jangan biarkan sejarah hitam terulang, kawan!<br />
Dari segi manapun, perang tak akan membawa keuntungan. Politik, ekonomi, sosial, kemasyarakatan, akan hancur dan kita akan mundur 50 tahun ke belakang, saat Indonesia belum merdeka. Perjuangan pembangunan akan sia-sia, bahkan hancur tak bersisa.<br />
Kita mau perang demi apa? Pride? Sebesar apa nilai pride? Toh ini hanya salah paham yang bisa diluruskan kedua belah pihak. Tak terbayang bila pada akhirnya anak-istri kita ikut jadi korban hanya oleh keinginan segelintir lelaki yang haus darah.</p>
<p>Maka pada akhirnya, walaupun dicap tidak tegas, saya mendukung Anda, pak SBY. Demi kemanusiaan, demi anak-anak, demi masa depan!</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:like href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/perang/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div><div class="al2fb_comments_plugin"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:comments num_posts="2" width="450" colorscheme="light" href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/perang/"></fb:comments></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/perang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>State Dog</title>
		<link>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/state-dog/</link>
		<comments>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/state-dog/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 22:13:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[state dog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaz.web.id/?p=1146</guid>
		<description><![CDATA[Kalau Anda penggemar film anime Fullmetal Alchemist, Anda pasti pernah mendengar istilah military dog. Military dog adalah istilah yang disematkan pada para alkemis kenegaraan, yaitu ahli alkimia yang bekerja untuk militer. Para alkemis sejatinya adalah ilmuwan, namun pada kasus alkemis kenegaraan ini, kemampuan unik mereka digunakan untuk berperang, maka jadilah mereka pasukan elit yang tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau Anda penggemar film anime Fullmetal Alchemist, Anda pasti pernah mendengar istilah <em>military dog</em>. Military dog adalah istilah yang disematkan pada para alkemis kenegaraan, yaitu ahli alkimia yang bekerja untuk militer. Para alkemis sejatinya adalah ilmuwan, namun pada kasus alkemis kenegaraan ini, kemampuan unik mereka digunakan untuk berperang, maka jadilah mereka pasukan elit yang tak terkalahkan.<br />
<span id="more-1146"></span><br />
Kalau Edward Elric disebut military dog, berarti aku state dog, anjing negara. Pada akhirnya aku harus jadi pesuruh negara demi mencapai tujuanku, sama seperti Ed yang memanfaatkan fasilitas militer demi mengembalikan Al ke tubuhnya yang semula.<br />
Sebagai state dog aku diwajibkan menuruti segala perintah negara tanpa boleh bertanya ini-itu. Peraturan-peraturan ini seperti tali pada leher yang menyeretku ke tempat-tempat yang tidak kusukai. Dimulai dari peraturan-peraturan umum hingga peraturan-peraturan detail, cara berpakaian, dan kemarin keluar peraturan cara makan, sedang dikaji peraturan yang mengatur kapan boleh beranjak dari tempat duduk, bahkan mungkin sebentar lagi akan keluar peraturan jumlah kencing dalam sehari!<br />
Keterlambatan 1 menit berarti pemotongan jatah susu anak, dan sakit adalah bencana ganda: sudah jatuh dilempar tangga.</p>
<p>Profesionalisme bukan berarti meninggalkan sisi kemanusiaan. Modernisasi bukan robotisasi. Barangkali hanya para pegawai minyak saja yang merasa berhak digaji tinggi, padahal siapa pun tahu, minyak adalah simbol korporatokrasi yang menggerogoti Indonesia dari masa ke masa, dan kini mencapai titik terparah. Jumlah hutang yang tak terbayar akan jadi beban bagi anak cucu kita di masa depan.</p>
<p>Menjadi state dog yang melayani para penguasa negara, semoga aku tak sampai menggigit mereka.</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:like href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/state-dog/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div><div class="al2fb_comments_plugin"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:comments num_posts="2" width="450" colorscheme="light" href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/state-dog/"></fb:comments></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/state-dog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abuse Of Power</title>
		<link>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/abuse-of-power/</link>
		<comments>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/abuse-of-power/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 21:51:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[abuse of power]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaz.web.id/?p=1102</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari belakangan kata-kata abuse of power ini terus terngiang di kepalaku. Permasalahannya, aku kepikiran untuk melakukan abuse of power pada preman-preman yang menyasar PKL Tlogosari. Tinggal laporin ke KPP atau tingkat yang lebih tinggi lalu usulkan pemeriksaan atau sekalian ke penyidikan, lalu jebloskan ke penjara, selesai. Tapi kalau begitu, bedanya aku sama mereka apa? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari belakangan kata-kata abuse of power ini terus terngiang di kepalaku.<br />
<span id="more-1102"></span><br />
Permasalahannya, aku kepikiran untuk melakukan abuse of power pada preman-preman yang menyasar PKL Tlogosari. Tinggal laporin ke KPP atau tingkat yang lebih tinggi lalu usulkan pemeriksaan atau sekalian ke penyidikan, lalu jebloskan ke penjara, selesai.<br />
Tapi kalau begitu, bedanya aku sama mereka apa?</p>
<p><em>Pinter kui ora nggo minteri wong sing ora pinter</em>. Itu pepatah guru SD-ku yang sampai sekarang masih kupegang. Kepandaian yang kita miliki tidak boleh digunakan untuk mengelabui orang-orang yang kurang pandai.<br />
Kalau dulu kita dijajah bangsa lain, sekarang ironisnya kita dijajah bangsa kita sendiri. Mereka yang merasa memiliki koneksi maupun kenalan dengan para petinggi lantas merasa dirinya raja yang ingin dilayani dan diberi upeti, padahal mereka tidak layak untuk itu!<br />
Bagaimana ceritanya kok mereka tiba-tiba mengklaim sebagai perwakilan dan menuntut kami membayar uang jasa tiap harinya dan pada akhirnya memaksa mereka membayar uang pembangunan akan sesuatu yang seharusnya tidak dibangun? Ah, orang-orang serakah itu akan langgeng dengan pemerintahan yang korup &#8211; pemerintah daerah dalam hal ini &#8211; .</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:like href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/abuse-of-power/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div><div class="al2fb_comments_plugin"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:comments num_posts="2" width="450" colorscheme="light" href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/abuse-of-power/"></fb:comments></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/abuse-of-power/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Kantor Pajak dan Mega Kuningan</title>
		<link>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/antara-kantor-pajak-dan-mega-kuningan/</link>
		<comments>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/antara-kantor-pajak-dan-mega-kuningan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 14:54:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Brainstorming]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[catastrophe]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[gayus tambunan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jw marriott]]></category>
		<category><![CDATA[kaltim prima coal]]></category>
		<category><![CDATA[kantor pajak]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalisme]]></category>
		<category><![CDATA[kos]]></category>
		<category><![CDATA[kos-kosan]]></category>
		<category><![CDATA[kpc]]></category>
		<category><![CDATA[kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[mega kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[menara global]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[pak abu]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[proletar]]></category>
		<category><![CDATA[remote area]]></category>
		<category><![CDATA[ritz carlton]]></category>
		<category><![CDATA[soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[suharto]]></category>
		<category><![CDATA[utopia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/antara-kantor-pajak-dan-mega-kuningan/</guid>
		<description><![CDATA[Kantor pajak, belakangan ini jadi topik favorit industri media. Entah itu dikaitkan dengan salah satu anak emasnya, Gayus Tambunan, atau yang baru-baru ini mencuat kembali, perseteruannya dengan PT KPC, maupun acara bantah-bantahannya dengan DPR. Pokoknya kalau lewat gedung yang kalau malam bak istana bermahkota cahaya biru itu, orang mesti menengok barang sebentar. Mega Kuningan, tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kantor pajak, belakangan ini jadi topik favorit industri media. Entah itu dikaitkan dengan salah satu anak emasnya, Gayus Tambunan, atau yang baru-baru ini mencuat kembali, perseteruannya dengan PT KPC, maupun acara bantah-bantahannya dengan DPR. Pokoknya kalau lewat gedung yang kalau malam bak istana bermahkota cahaya biru itu, orang mesti menengok barang sebentar.<br />
Mega Kuningan, tentu saja tak pernah hilang dari ingatan kita bahwa daerah ini nyaris selalu jadi target utama teroris yang suka ngebom itu. JW Marriott dan Ritz Carlton adalah 2 hotel mewah yang nongkrong di daerah ini, selain banyak gedung pencakar langit mewah lainnya.</p>
<p>Kedua daerah di atas, kantor pajak dan mega kuningan, adalah daerah yang mewah. Amat mewah. Namun di antaranya ada sebuah daerah yang terlupakan.<br />
Tepat di belakang Menara Global, terus ke belakang sebelum mencapai mega kuningan, adalah rumah-rumah sederhana. Memang ada beberapa rumah mewah, tapi itu untuk disewakan. Kita bisa dengan mudah membedakan mana rumah penduduk dan mana rumah yang bukan. Sedikit masuk ke dalam, itulah wilayah kosku.<br />
<span id="more-1045"></span><br />
Aku masih beruntung, setiap kali hujan kosku ini tak diterjang banjir. Tapi lain halnya dengan kampung di belakang dan samping yang berbatasan dengan tembok kos-kosan.<br />
Setiap kali hujan, entah itu hujan besar maupun hujan kecil, kampung ini selalu terendam banjir. Terlihat bekas peninggian tanah hingga mencapai batas maksimal, membuat rumah-rumah ini mirip rumah hobbit &#8211; atapnya amat pendek. Pun di depan masing-masing pintu dibangun tembok penahan air agar tidak masuk rumah. Banjir terakhir kemarin, air sempat menggenang hingga selutut orang dewasa &#8211; kebetulan aku lewat kampung ini, tepat selututku.</p>
<p>Kemarin aku melihat sebuah rumah tepat di sebelah SD yang penghuninya sedang memberesi barang-barangnya dan menaikkannya ke atas mobil pikap layaknya hendak pindahan rumah, dan hari ini rumah itu kosong.<br />
Kebetulan sore ini aku bertemu dengan mas Rizal dan mas Mukmin, penjaga malam kosku, dan terjawablah segala pertanyaanku tentang daerah ini.</p>
<p>Sebelum ini aku pernah membuat tulisan tentang keherananku akan perbedaan yang amat signifikan antara gedung-gedung bertingkat di pinggir jalan dan pemukiman kumuh di belakangnya. Ternyata pemukiman ini adalah sisa-sisa dari penggusuran yang terjadi sejak zaman Soeharto, begitu kata mas Rizal.<br />
Limapuluh hektar kampung telah tergusur demi proyek mega kuningan yang sekarang ini telah terbangun gedung-gedung mewah. Dan satu demi satu kontraktor akan mencaplok tanah di sini, dengan atau tanpa paksaan.<br />
Banjir, itu disebabkan aliran air yang ke arah mega kuningan diblokir oleh timbunan tanah setinggi atap rumah. Ditambah lagi, timbunan tersebut sudah lama mangkrak dan ditumbuhi alang-alang, menurut mas Rizal sudah banyak ular dan binatang pembawa penyakit lain yang menghuninya.<br />
Dengan faktor-faktor itu, secara otomatis para penduduk akan pindah karena tidak kerasan dan rumahnya akan dijual dengan harga yang jauh lebih murah. Maka, pihak penguasa akan mereguk untung yang amat besar dari penguasaan tanah di daerah ini.</p>
<p>Lebih lagi, daerah ini sudah dipetakan menjadi kawasan elit. Segala bangunan yang tidak berlantai 3 pada akhirnya akan digusur, termasuk kosku, walau entah kapan. Pelan, namun pasti. Speechless, aku berjalan gontai menuju kamar kosku.</p>
<p>Aku mengabarkan ini, biar seluruh dunia tahu, uang si kaya telah merenggut kehidupan para miskin. Reformasi tampaknya tak pernah bisa menghapus sistem menetes ke bawah yang digagas Suharto dan kroni-kroninya. Apanya yang menetes ke bawah? Banjirnya? Tai-tainya? Sampahnya?<br />
Sementara para pemilik gedung berkelas di mega kuningan ini leyeh-leyeh di peraduannya, para proletar di sini bertarung melawan air, meringkuk menggigil di antara lumpur dan air yang menghitam.<br />
Bagaimana kami tidak menganggap para pengusaha adalah para penjahat, pak Abu? Bukankah Anda sendiri telah lari dari tanggungjawab Anda sebagai pengusaha? Bukankah Anda telah menelantarkan mereka yang merasakan catastrophe dari kesalahan yang dibuat perusahaan Anda?</p>
<p>Sampai kapan. Sampai kapan penduduk ini akan hidup seperti ini? Aku ingat, nyaris setiap hari seorang anak yang barangkali umurnya tak lebih dari 2 tahun, kujumpai sedang tidur di bangku pinggir jalan yang kebetulan selalu kulewati ketika hendak berangkat kerja. Pasti rumahnya satu di antara rumah-rumah liliput ini. Jika tidak, tentu orangtuanya tak akan membiarkannya tergeletak di bangku. Padahal tak jauh darinya ada selokan yang airnya tak pernah mengalir.</p>
<p>Mengenaskan bukan?</p>
<p>Ini bukan di daerah terpencil. Ini bukan remote area, kak Ben. Ini Jakarta. Tempatmu ingin meluncurkan album nyata-nyata bukan utopia.</p>
<p>Aku kembali pada kenyataan. Barangkali aku tak mampu berbuat apa-apa. Tetapi ketika berangkat tidur nanti, akan kuselipkan doa bagi mereka. Semoga hujan tak turun malam ini, semoga nyamuk pembawa penyakit tak mampir ke ranjang mereka, semoga.<br />
Semoga tidak benar, kata-kata seorang kolegaku : negara ini sudah rusak. Tidak, semoga tidak.</p>
<div class="al2fb_like_button"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:like href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/antara-kantor-pajak-dan-mega-kuningan/" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" font="arial" colorscheme="light" ref="AL2FB"></fb:like></div><div class="al2fb_comments_plugin"><div id="fb-root"></div><script type="text/javascript">
(function(d, s, id) {
  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
  if (d.getElementById(id)) return;
  js = d.createElement(s); js.id = id;
  js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1&appId=290579107645395";
  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, "script", "facebook-jssdk"));
</script>
<fb:comments num_posts="2" width="450" colorscheme="light" href="http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/antara-kantor-pajak-dan-mega-kuningan/"></fb:comments></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimaz.web.id/side-stories/brainstorming/antara-kantor-pajak-dan-mega-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

