[dimaz.web.id]
Mari bermain-main sejenak dengan phpMyAdmin. Kali ini akan kita gunakan untuk menambahkan feed atau rss atau syndication pada feedwordpress, sebuah plugin wordpress yang sangat populer untuk membuat blog menjadi agregator.
Langkah pertama, tentu saja kita harus memiliki blog yang telah dipasangi plugin feedwordpress (proses pembuatan blog dan pemasangan plugin feedwordpress tidak akan dibahas di sini). Kemudian, kita juga harus bisa mengakses cpanel untuk dapat masuk ke phpMyAdmin. Nah, kalau sudah bisa masuk, masuk saja ke phpMyadmin dari menu cpanel.
Di dalam phpMyAdmin, pilih database yang berasosiasi dengan agregator kita. Setelah muncul daftar tabel, akses tabel wp_links. Di situlah feedwordpress menyimpan data syndicationnya. Pada tabel wp_links akan kita dapati field-field berikut:
link_id
link_url
link_name
link_image
link_target
link_description
link_visible
link_owner
link_rating
link_updated
link_rel
link_notes
link_rss
Kita akan bermain-main dengan field-field yang tercetak tebal, hehehe.
Apakah daftar website dan rss-nya sudah siap? Bila sudah, mari kita melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu membuat skrip sql. Ini akan sedikit rumit bagi yang belum terbiasa, tapi mari kita coba.
Kita perlu membuat skrip dengan contoh seperti berikut:
insert into wp_links(link_id, link_url, link_name, link_description, link_rss) values (’8′,’http://dimaz.web.id’,'dimaz.web.id’,'Blog of Dimaz’,'http://dimaz.web.id/feed/’);
Ada 5 field yang kita tambahkan:
link_id = 8
link_url = http://dimaz.web.id
link_name = dimaz.web.id
link_description = Blog of Dimaz
link_rss = http://dimaz.web.id/feed/
Link_id adalah nomor urutan link. Mulailah dengan 8 dan seterusnya. Barangkali ada yang bertanya-tanya, kenapa link_id dimulai dengan 8. Jawabannya adalah wordpress telah menggunakan nomor 1 – 7 untuk default linknya. Bila sudah ada link tambahan yang kita masukkan, coba lihat nomor terakhir pada tabel wp_links. Bila nomor terakhir 20, berarti kita akan menggunakan nomor 21 dan seterusnya.
Nah, setelah skrip sql untuk wp_links selesai dieksekusi, kita masih harus menambahkan entri di tabel lain. Namun sebelum itu cobalah masuk ke tabel wp_options. Kita perlu mencari option_value untuk option_name yang isinya feedwordpress_cat_id. Caranya bisa dilihat satu persatu atau dengan mengeksekusi perintah berikut:
select option_value from wp_options where option_name = “feedwordpress_cat_id”
Nah, setelah ketemu, catatlah nilainya. Dalam contoh ini akan kita misalkan nilainya 3. Nilai ini akan kita gunakan di langkah berikutnya.
Masuklah ke tabel wp_term_taxonomy dan temukan entry yang field term_id nya bernilai sama dengan nilai yang telah kita temukan, yaitu 3 pada contoh ini. Setelah ketemu, ubahlah nilai field count sejumlah syndication yang akan kita masukkan. Jika kita menambahkan 10 syndication, berarti nilai field countnya 10. Simpan perubahan.
Langkah berikutnya, masuk ke tabel wp_term_relationships, kita akan menambahkan entri di sana.
Buatlah skrip sql dengan bentuk seperti berikut:
insert into wp_term_relationships(object_id, term_taxonomy_id, term_order) values (’8′,’3′,’0′);
Nilai 8 adalah indeks dari link syndication yang telah kita tambahkan, sedangkan nilai 3 adalah nilai dari wp_term_taxonomy untuk entri feedwordpress. Nah, buatlah skrip tersebut sejumlah syndication yang akan kita tambahkan. Semisal kita menambahkan 10 syndication, berarti skripnya:
insert into wp_term_relationships(object_id, term_taxonomy_id, term_order) values (’8′,’3′,’0′);
insert into wp_term_relationships(object_id, term_taxonomy_id, term_order) values (’9′,’3′,’0′);
insert into wp_term_relationships(object_id, term_taxonomy_id, term_order) values (’10′,’3′,’0′);
insert into wp_term_relationships(object_id, term_taxonomy_id, term_order) values (’11′,’3′,’0′);
insert into wp_term_relationships(object_id, term_taxonomy_id, term_order) values (’12′,’3′,’0′);
insert into wp_term_relationships(object_id, term_taxonomy_id, term_order) values (’13′,’3′,’0′);
insert into wp_term_relationships(object_id, term_taxonomy_id, term_order) values (’14′,’3′,’0′);
insert into wp_term_relationships(object_id, term_taxonomy_id, term_order) values (’15′,’3′,’0′);
insert into wp_term_relationships(object_id, term_taxonomy_id, term_order) values (’16′,’3′,’0′);
insert into wp_term_relationships(object_id, term_taxonomy_id, term_order) values (’17′,’3′,’0′);
Eksekusilah pada sql.
Fiuh, setelah pekerjaan teknis kita selesai, mari kita lihat hasilnya pada menu feedwordpress pada wp-admin. Bila syndication telah muncul sesuai dengan yang kita masukkan, berarti pekerjaan kita sukses. Hore.





Post a Comment