Pajak = Kemewahan Pejabat?

Baru saja menemukan hal yang janggal di banner ini:
pajak = kemewahan pejabat?
Pajak = kemewahan pejabat?

Setahuku tanda “=” menunjukkan persamaan, ekual, kesetaraan. Lantas, frase di atas itu apanya yang sama?
Pajak adalah kemewahan pejabat? Lho kok bisa? Lha setauku pajak itu buat membiayai APBN, anggaran pendapatan dan belanja negara. Kalau mau tau APBN silakan ngubek-ubek situs Kemenkeu dan direktorat jenderalnya. Pajak itu pos penerimaan, sedang kemewahan pejabat yang di sini itu pengeluaran. Lantas, persamaannya di mana?

Boikot pajak itu ya kurang bener to. Toh nggak semua anggaran buat “foya-foya” pejabat yang Anda pilih sendiri via pemilu 5 tahunan. Kalau mau nyalahin anggaran, ya sana demo di senayan!
Pajak itu juga buat bayarin subsidi bensin dan listrik. Coba subsidi bensin + listrik dicabut gara-gara nggak ada pajak, sampeyan demo nggak? Nah, daripada demo 2 kali, enak 1 kali aja toh? Hehehe, sori becanda. Nggak usah demo di senayan, bikin macet. Demo di laut aja, skalian ngasi makan hiu. Huehehe. Sori becanda lagi.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *