Lift

liftLift sudah jadi bagian dari lingkungan kerjaku, karena kebetulan kantorku nyempil di tumpukan keenam di salah satu gedung di Jakarta. Aku sebenarnya agak alergi dengan lift, terutama yang transparan, karena sindrom-takut-ketinggian-akut-parahku yang makin lama makin menjadi.
Walau tidak suka, tiap hari aku harus numpang lift ini ke lantai 6, nggak mungkin naik tangga, karena karakteristik lantai 6 yang lain daripada yang lain. Apa itu? Rahasia :p

Lift di kantorku ini sedikit berbeda dibanding lift-lift lain. Setidaknya begitulah yang kutahu. Apa bedanya?

Total ada 6 lift di kantor ini, tetapi masing-masing berbeda peruntukannya. Satu lift barang, satu lagi lift eksekutif khusus bagi para direktur. Masih ada 4 lift lagi, dan inilah yang unik.

lt 1 8 16Ada 2 lift yang punya judul seperti gambar di sebelah kirilt 1 3 8 16, pun 2 lift dengan judul seperti gambar di sebelah kanan.

Maksudnya apa? Lift di sebelah kiri ini untuk menuju ke lantai 1,2,3, hingga lantai 8 plus lantai 16. Sedangkan yang di sebelah kanan untuk ke lantai 1,3, dan lantai 8 hingga 16.

Kejadian unik terjadi kemarin, ketika hendak turun dari lantai 12 ke lantai 6, aku salah masuk ke lift gambar kanan. Padahal lift ini tak akan pernah mampir ke lantai 6. Makanya aku turun di lantai 8 dan harus nyambung lift gambar kiri dari lantai 8 ke lantai 6.

Naik lift aja harus nyambung, kayak naik angkot :p

Related posts:

  1. Pak Diding Aku              : Bapak rumah...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

2 Comments

  1. riza_kasela wrote
    at 09:56 - 21st November 2009 Permalink

    ada jurusannya sendiri Bang
    Hehehe………..
    ______________________________________________
    Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/

  2. admin wrote
    at 10:00 - 21st November 2009 Permalink

    begitulah :)
    tapi jarang-jarang lift punya jurusan.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *