Rp 10.000

Sepuluh ribu rupiah.

Bertahun-tahun yang lalu, semasa kuliah, jumlah ini bisa ditukar dengan 4 porsi nasi telur.
Jumlah yang sama adalah upah yang diterima rewang di warung ibuku.

Namun kini, di Jakarta, uang segitu cuma bisa dapat sepiring sarapan plus kembalian seribu rupiah. Lembar bertuliskan angka yang sama kulihat tergeletak di batu di tengah selokan besar di pinggiran jalan Gatot Subroto Jakarta. Yang ini tampaknya terjatuh dari kantong tuannya.

Hingga kini masih ada rasa gugup ketika harus mengeluarkan uang dalam jumlah yang lebih dari Rp 10.000, sementara inflasi terus menggerus nilai uang kita.

4 Comments

  1. riza_kasela wrote
    at 11:49 - 5th November 2009 Permalink

    iya bang
    Harusnya kita pakek duit emas biar gak inflasi

  2. admin wrote
    at 16:22 - 5th November 2009 Permalink

    hehehe… bisa dipertimbangkan tuh..

  3. sitampandarimipaselatan wrote
    at 19:04 - 5th November 2009 Permalink

    situ 2003 sih…saya malah sempat ngerasain nasi telor harganya 1500 :P

  4. admin wrote
    at 05:35 - 6th November 2009 Permalink

    taun brapa tuh Joe? :p

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *