Tag Archives for film

The Accidental Husband

the accidental husband

The Accidental Husband, film drama cinta komedi yang dibintangi oleh Uma Thurman sebagai dokter cinta, Emma Lloyd yang terkenal dengan buku dan acara radionya, Real Love. Suatu saat seseorang berkonsultasi padanya via telpon dalam acara radio tersebut untuk meminta saran apakah ia benar-benar memilih pria yang tepat, yang akhirnya disarankan untuk membatalkan pernikahan.

Patrick Sullivan (Jeffrey Dean Morgan) yang pernikahannya batal jadi mendendam pada Emma, karena akibat saran Emma, ia tak jadi menikah dengan Sofia. Atas bantuan Ajay, ia memodifikasi rekaman elektronik di kantor catatan sipil dan membuatnya tercatat sebagai suami Emma, padahal dalam beberapa minggu Emma akan menikah dengan Richard (Colin Firth).

Berbagai konflik antara ketiga tokoh ini, yang disertai dengan bumbu-bumbu humor, akhirnya membuat Emma dan Patrick saling jatuh cinta dan Emma mengakui, bahwa tidak selamanya teori cintanya benar, bahwa pasangan yang totally mismatch pun terkadang merupakan cinta sejati.

17 Again

17 again
Beberapa di antara kita mungkin ingin mengulang masa lalu. Bila begitu, sepertinya film ini layak Anda simak.
Film ini bercerita tentang seorang bernama Mike O’Donnell (Zac Efron) yang merupakan bintang basket di SMA-nya. Ia digadang-gadang untuk mendapat beasiswa penuh di universitas dan menjadi bintang basket pro. Tapi di saat ia harus menunjukkan bakatnya pada para scout, sebuah kejadian mengubah hidupnya.

Itulah Mike O’Donnell 20 tahun yang lalu. Kini ia hanyalah karyawan biasa yang ternyata tak pernah punya karir mumpuni. Masalah demi masalah timbul, terutama istrinya yang menggugat cerai dirinya. Dan suatu waktu, ketika ia berkunjung ke SMA-nya, sang spirit guide menawarkannya untuk kembali ke masa-masa SMA.
Terkabullah keinginannya. Ia kembali jadi pemuda berumur 17 tahun.

Pada awalnya ia mengira bahwa dirinya harus memperbaiki jalan cerita yang menurutnya “salah”. Ia mengira bahwa terus bermain basket dengan cemerlang akan membuat dirinya terbebas dari masalah di masa depan, hingga ia sadar bahwa ada yang jauh lebih penting daripada semuanya: keluarga.

Me At The Matrix


Seperti inilah yang tergambar dalam kepalaku ketika aku memandang dunia.
Hehehe…

Logis saja kalau kita menganggap bahwa dunia ini hanyalah lautan data. Kita merasa hidup karena tubuh kita memiliki sensor terhadap informasi dari luar tubuh, dan kita mampu merespon karena memiliki prosesor informasi, yakni otak.
Bukti tentang dunia sebagai lautan data adalah kenyataan bahwa kita bisa meretas aliran data yang masuk ke otak kita, dengan hipnotis misalnya. Data yang tak terolah dengan sempurna juga banyak ditemukan, misalnya dalam permainan ilusi mata.

Barangkali setelah menonton film The Matrix ada orang yang bertanya-tanya, jangan-jangan kita memang hidup dalam The Matrix. Yea, bisa jadi :D

Album Kelas B

dim, koq gwe ga ada di film kelas B???’Andi”

Itu hasil ketikan sms Kang Andi yang kubaca sesampainya aku di Semarang, setelah menempuh 2 jam perjalanan dari Pekalongan. Tentu saja aku bingung, bukan bingung siapa pengirim sms ini tentu saja, karena orang ini kukenal dengan baik.

“Film apa bro?” balasku

“film profil kelas B, td aq ngopy dari ketua kelas D, koq cuma gwe yg ga ada???” lanjutnya lagi

Continue Reading »

The Power Of The Story

Postingan kali ini masih berkaitan dengan postinganku sebelumnya, yaitu resensi tentang film Korea, Daddy Long Legs.
Aku menonton film ini tadi siang sekitar jam 1; sekarang sudah jam 10 malam, tetapi aku masih terhanyut dalam cerita film ini.
Begitu kuatnya karakter yang dimainkan, dipadu dengan cerita yang tidak “begitu-begitu saja ala sinetron Indonesia”, membuatku mampu menghayati bagaimana perasaan Young-mi yang akhirnya ditinggal mati Jun-ho sang cinta sejati, setelah berjuang begitu rupa untuk menemukan cintanya.
Pun makin diperkuat dengan karakter Jun-ho, yang mencintai Young-mi selama 10 tahun tanpa mampu mengucap sepatah kata pun, yang pada akhirnya takdir membuat mereka merasakan kebersamaan walau itu tak berlangsung lama.
Perasaan yang ditinggalkan kedua karakter padaku tak mudah hilang begitu saja. Benar-benar outstanding! Keplok-keplok buat mereka. Hore.
Continue Reading »

Switch to our mobile site